Bayi Meninggal Usai SHK, Keluarga Demo Puskesmas Batang-batang Sumenep

Terbit: 28 November 2023 | 23:43 WIB

Sejumlah Pemuda Timur Daya dan keluarga bayi berusia lima hari yang meninggal, berunjuk rasa di depan Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Mereka menuding kematian bayi Adelia Aziz Bella Negara penuh kejanggalan.

Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan protes. Diantaranya, ‘Tumbal Pesugihan, ‘Tero Sogie Araja Toyol’, ‘Boleh Pinjam 100.000’, ‘Kapus Batang-Batang Harus Mundur Dari Jabatannya’.

Unjuk rasa tersebut merupakan buntut dari meninggalnya Adelia Aziz Bella Negara, bayi berusia 5 hari. Bayi perempuan itu lahir di Puskesmas Batang-batang dalam keadaan sehat, sehingga tak berselang lama dari persalinan, ibu dan bayinya dibolehkan pulang, namun diminta kembali ke Puskesmas beberapa hari lagi, untuk pengambilan sampel Skrinning Hipotiroid Kongenital (SHK).

Skrining tersebut dilakukan untuk mengelompokkan bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita, sehingga bayi mendapatkan penanganan secara cepat dan tidak berdampak serius terhadap tumbuh kembang bayi.

Pengambilan sampel tersebut dengan cara pengambilan darah dari tumit bayi. Versi keluarga, pasca pengambilan darah, kondisi bayi drop. Badannya panas dan tidak mau minum ASI maupun susu formula, hingga akhirnya si bayi meninggal saat berumur 5 hari.

“Kami melihat ada kejanggalan dari proses SHK. Di tumit bayi yang diambil darahnya, ada bekas lebam biru menghitam,” kata korlap aksi, Abdul Halim, Selasa (28/11/2023).

Karena itu, lanjutnya, keluarga meminta agar pihak Puskesmas bertanggungjawab atas kematian bayi. Keluarga menduga ada kelalaian pihak Puskesmas yang menyebabkan bayi meninggal.

“Padahal saat lahir bayi sehat. Setelah diambil darah di tumit, bayi ini kesehatannya menurun. Kami menuntut tanggung jawab Puskesmas. Mengapa yang mengambil darah bukan ahlinya? Yang ambil sampel darah ini bukan dokter, tapi bidan. Ini kelalaian,” tandasnya.

Aksi tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Tidak kurang dari 200 personel Polres Sumenep disiagakan di Puskesmas Batang-batang. Karena tak kunjung ditemui, massa aksi pun memilih menggelar doa bersama dan tahlilan untuk almarhumah Adelia Aziz Bella Negara, di depan Puskesmas Batang-batang. []

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *