MADURA EXPOSE—Pada hari sabtu kemarin terdapat segerombolan demonstran yang berbaris dan berjalan di wilayah sekitar Tokyo. Uniknya gerombolan ini tidak melakukan demonstrasi untuk menentang pemerintahan atau isu-isu politik lainnya, demonstran yang hampir seluruhnya berisi pria ini menolak perayaan natal karena mendiskriminasi para jomblo.

Dilansir dari Japan Today, kelompok yang menamakan diri sebagai Pecundang bagi Wanita ini melakukan aksi protesnya di wilayah sekitar distrik Shibuya. Mereka mengatakan bahwa saat ini di Jepang perayaan Natal sudah dikomersilkan dan merupakan cara-cara kapitalis sehingga mereka sebagai jomblo yang merasa dipinggirkan dari perayaan tersebut menunjukkan penolakannya.

Secara resmi, organisasi yang menamakan diri sebagai Kakumeiteki Hi-mote Domei atau Liga Pecundang Revolusioner ini menyatakan bahwa pada natal banyak orang dipaksa mengeluarkan uang lebih terutama dengan menggunakan alasan cinta. Karena situasi yang seperti itu lah, maka kelompok ini dikumpulkan untuk menentangnya.

Dalam kondisi natal tersebut, pria-pria yang tidak populer serta tidak memiliki pacar atau pun masih membujang sering mengalami diskriminasi pada perayaan natal. Oleh karena itu lah, organisasi ini bergerak dan mengumpulkan pria-pria tersebut untuk melakukan demonstrasi.

Kelompok ini sebelumnya juga sudah pernah melakukan aksi serupa untuk menentang perayaan hari valentine. Tampaknya menjadi jomblo memang menjadi jalan bagi pria-pria ini untuk berjuang.

(mdk/**)