Dinamika Dibalik Audiensi TMI dan Kapolres Sumenep: Antara Sinergi Formal dan Tudingan Mafia Solar

Terbit: 28 Januari 2026 | 20:56 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Sebuah pemandangan kontras terjadi di Mapolres Sumenep pada Rabu (28/01/2026). Di satu sisi, koridor resmi kepolisian merilis narasi kehangatan audiensi, namun di sisi lain, aroma kekecewaan menyengat dari pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumenep terkait isu sensitif: Mafia Solar Bersubsidi.

Versi Polres: Silaturahmi Demi Ketahanan Pangan

Berdasarkan rilis resmi yang diterima dari Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menyambut hangat jajaran pengurus DPD TMI di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut diklaim sebagai upaya mempererat sinergi antara Polri dan elemen masyarakat tani.

“Fokus utamanya adalah membahas upaya sinergi bersama menjaga Kamtibmas dan mendukung stabilitas ekonomi di sektor pertanian,” ujar AKP Widiarti. Foto bersama yang dirilis menunjukkan simbol kolaborasi yang kondusif demi kesejahteraan petani Sumenep.

Versi TMI: Kekecewaan di Balik “Drama” Penundaan

Namun, di balik senyum dalam sesi foto tersebut, Sekretaris TMI Sumenep, Wawan, S.E., justru melontarkan kritik pedas. Kepada MaduraExpose.com, Wawan membeberkan bahwa audiensi ini sempat mengalami re-schedule sebanyak dua kali oleh pihak Polres.

“Jadwal 27 Januari itu permintaan Polres sendiri, tapi diundur lagi. Kami bertanya-tanya, apa Polres tidak siap menjawab tuntutan kami terkait pemberantasan mafia BBM?” tegas Wawan.

TMI menduga ada kejanggalan di balik penundaan tersebut. Muncul isu panas di lapangan bahwa penundaan terjadi karena adanya pemeriksaan internal di Polda Jatim terhadap oknum Polres yang diduga terlibat dalam pusaran mafia solar.

Tuntutan Tajam: Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum

TMI tidak hanya datang untuk bersalaman. Mereka membawa misi berat: membongkar praktik penggunaan barcode nelayan dan petani oleh mafia BBM. Bahkan, Wawan secara berani menyinggung rumor keterlibatan oknum pejabat di internal Satreskrim.

“Kami meminta oknum yang diduga terlibat segera memberikan klarifikasi. Isu keterlibatan ‘pemain inti’ dari internal kepolisian harus terang benderang agar tidak mencoreng institusi Polri itu sendiri,” tambah Wawan.

TMI menegaskan bahwa jika jalur audiensi ini tidak menghasilkan tindakan nyata terhadap para “tikus” solar bersubsidi, mereka tidak segan untuk mengambil langkah lebih ekstrem. “Jika buntu, kami siap mengepung Mapolres Sumenep,” ancamnya.

Sinergi atau Sekadar Formalitas?

Kini publik Sumenep menunggu, apakah pertemuan di ruang Kapolres tersebut akan melahirkan penegakan hukum yang tanpa pandang bulu terhadap mafia solar, ataukah hanya menjadi sekadar seremoni “foto bersama” untuk meredam gejolak massa petani dan nelayan.


Reporter: Redaksi Madura Expose Editor: Ferry Arbania

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Kasus Air Keras KontraS: Polri Kantongi Rekaman CCTV dan Periksa Dua Saksi Kunci!

    Terbit: 14 Maret 2026 | 09:38 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mengonfirmasi perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis…

    Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Jejak ‘OTK’ di Salemba Mulai Terkuak!

    Terbit: 13 Maret 2026 | 22:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menyatakan telah memulai penyelidikan menyeluruh atas kasus penyiraman cairan berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *