Anggota Dewan Asal Ambunten Desak Polres Sumenep Segera Ungkap Pembac0k Subairi

Terbit: 26 Maret 2022 | 23:57 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) – Anggota DPRD Sumenep asal Desa Tamba Agung Tengah Kecamatan Ambunten, Sumenep H.Zainal Arifin mendesak pihak Polres Sumenep untuk memburu dan membekuk pelalu pembacakoan terhadap Subairi (35), Warga Dusun Bajung Barat, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Banyak pihak yang curiga, jika pelaku sangat mengenali korban. Hal itu sangat tampak sesaat sebelum korban dihabisi dengan celurit, pelaku sempat memanggil nama almarhum Subairi.

Tak hanya itu, penyerangan terhadap korban dilakukan pelaku pada siang hari. Bahkan sepasang sandal yang diduga milik pelaku tertinggal dilokasi beserta sebuah helm warna putih. Belum lagi adanya kemungkinan banyak saksi yang melihat peristiwa pembacokan itu dilakukan tak jauh dari sebuah salon tempat banyak orang melakukan potong rambut.

“Polisi jangan tidur dalam kasus (pembacokan) ini. Ini terjadi pada siang hari. Ada sandal pelaku ketinggalan,” demikian H.Zainal Arifin, Anggota DPRD Sumenep dalam keterangannya yang dikirim via WhatsApp pribadinya kepada Redaksi Maduraexpose.com, Sabtu 26 Maret 2022.

Politisi yang juga mantan Kepala Desa Tamba Agung Tengah ini sangat berharap agar pihak Polres Sumenep bisa segera mengungkap siapa pelaku dan dalang dibalik pembacokan tersebut.
“Agar diungkap (pembacokan),” tandasnya.

Subairi (35), pria bernasib tragis karena dibacok secara sadis oleh seorang orang pria disaksikan oleh istri korban. Korban diketahui sebagai warga Dusun Bajung Barat, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, menjadi korban pembacokan dua orang tak dikenal hingga tewas. Dua pelaku mengenali korban. Peristiwa tragis itu terjadi sekira Pukul 09.00 wib pada Kamis 24 Maret 2022.

Sebelum pembacokan terjadi, korban bersama istrinya baru pulang dari pasar hendak dan langsung menuju sebuah salon untuk potong rambut di Simpang 3 Dusun Pandan Desa Ambunten Tengah.

Sesampai depan salon, istri korban turun sedangkan Subairi menuju tempat parkir sepeda motor yang dibawanya.
Saat itulah datang dua laki-laki dengan mengendarai sepeda motor. Salah satu dari pria itu menghampiri korban dan memanggilnya dengan kata “Ri” dan dijawab oleh korban,“apa kak” dan korban sempat menjulurkan tangan untuk bersalaman kemudian pelaku berkata kembali “bekna la nyala ka bininah oreng (kamu mengganggu istrinya orang), sambil mengeluarkan sebilah celurit lalu membacok korban.

Sementara istri korban berteriak minta tolong dan sempat bertanya kepada korban “sengkok minta sapora, bekna andik sala apah” (saya minta maaf, kamu punya salah apa)”. Subairi tidak menjawab pertanyaan istrinya. Korban malah meminta istrinya supaya dibawa (kerumah sakit atau Puskesmas).
“engkok gibe, engkok tak koat” ( saya bawa, saya tidak kuat),” ujar korban kepada istrinya seperti disampaikan Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti.
.
Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Ambunten dan meninggal dunia dengan sejumlah luka bacok ditubuh korban.
“Luka robek di bagian perut sebelah kiri, luka robek di telapak sebelah kiri dan luka robek di pinggang sebelah kiri.” Imbuh AKP Widiarti.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah helm warna putih dengan stiker gambar bunga yang diduga milik pelaku.
Kemudia sepasang sandal kulit warna hitam merk carviel diduga milik pelaku, dan sepasang sandal warna kuning kombinasi hitam milik korban.

Sumber: Madura Expose
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *