Warganet ribut usai politikus Partai Demokrat Andi Arief mengusulkan agar warga segera meninggalkan Jakarta.

MADURA EXPOSE- Keributan terjadi di media sosial usai politisi Partai Demokrat, Andi Arief meminta warga segera meninggalkan DKI Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu mengusulkan tindakan tersebut dengan satu syarat yaitu apabila pemerintah pusat tidak segera mengambil kebijakan yang drastis untuk menangani wabah corona.

“Kalau pemerintah pusat tidak melakukan kebijakan dan tindakan drastis buat Jakarta, sebaiknya bagi yang tidak perlu banget maka tinggalkan Jakarta!” tulisnya.

Ia meminta agar warga perantauan yang meninggalkan Jakarta memilih daerah dengan tingkat kematian corona yang masih rendah.

“Saya mengimbau kepada kawan-kawan yang di Jakarta tidak terlalu penting untuk kembali saja ke daerah. Cari daerah-daerah yang tingkat terinfeksi dan kematiannya rendah, yang di bawah 2% lah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan bahwa saat ini karena tingkat kematian di Jakarta terkait wabah corona sangat tinggi, memilih bertahan di sana adalah tindakan bunuh diri.

“Logic-nya ngapain di Jakarta? Kalau di Jakarta kita tinggal untuk menanti kematian di sana,” kata Andi.

Warganet pun terbelah antara yang sepakat dengan usulan Andi Arief dan yang menentangnya secara keras.

Bagi warganet yang tak sepakat, usulan tersebut dinilai tak sesuai dengan anjuran pemerintah yang melarang warga Jakarta mudik karena bisa menularkan virus. Salah satunya seperti diungkapkan oleh akun @SahalaSmjtk16.

“Lah udah dibilang jangan berpergian malah bapak suka m*bok ini bilang tinggalkan Jakarta. Kok gobl*k?” tulisnya.

Sementara itu dari warganet yang sepakat, responnya tampak seperti diungkapkan oleh akun @MelayuSejahtera.

“Idenya bagus bang. Syarat dan ketentuan berlaku: kalau pemerintah tidak melakukan kebijakan dan tindakan drastis buat Jakarta,” katanya.

HotNews:  'Begal' Listrik Rakyat

Ketika ditanya salah seorang warganet apakah itu merupakan anjuran mudik, Andi Arief menjawab secara eksplisit bahwa yang ia usulkan adalah tindakan menyelamatkan diri.

“Berarti ini anjuran mudik ya bos?” kata @AnwarSadad02.

“Bukan, menyelamatkan diri,” balas Andi Arief.

Padahal, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta telah melarang warga untuk mudik karena berisiko menularkan virus corona kepada masyarakat yang ada di daerah.

“Kita bawa ke kampung, di kampung akan menular-nularkan teman-teman kita di sana, mungkin ibu kita, ayah kita, saudara kita, dan sebagainya,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi melalui video yang diterima Suara.com pada Sabtu (28/3/2020).

(sc)