Analis Politik: Paslon Fauzi-Eva Terlalu Kuat Untuk Ditumbangkan

Terbit: 21 April 2020 | 04:19 WIB

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Tedy Muhtadi, seorang Analis politik dari Sumekar Network menilai kontestasi politik di pilkada Sumenep setelah priode Busyro Karim akan berjalan ‘adem ayem’ karena hingga saat ini, belum ada satupun calon penantang yang mengantongi rekomendasi dari DPP parpol pengusung.

“Wajar kalau sampai sekarang belum ada paslon lain yang mendapat rekom dari parpolnya. Kalkulasi terlalu mendebarkan. Dengan kata lain, pasangan Achmad Fauzi -Dewi Khalifah terlalu kuat untuk bisa dutumbangkan,” sindir Tedy Muhtadi kepada Redaksi, Selasa 21 April 2020.

Sementara Achmad Fauzi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan telah mengantongi rekomendasi dari DPP PDI yang sempat beredar luas sejak Rabu 19 Februadi 2020 lalu. Dia direkomendasikan maju bersama Ketua DPC Hanura Sumenep Dewi Khalifah.

Rekomendasi itu tertuang dalam Surat dari DPP PDIP nomor 1196/IN/DPP/II/2020, sebagaimana tersebar dan sudah terkonfirmasi kepada Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang diusung oleh PDIP itu, memuat informasi untuk menghadiri penyampaian rekomendasi tersebut di Kantor DPP PDIP.

Sekadar mengingatkan, pada Pilkada Sumenep 2015 silam, Achmad Fauzi yang merupakan kader PDIP berpasangan dengan Cabup Busyro Karim yang waktu itu menjabat sebagai Ketua DPC PKB priode 2012-2017.

Saat itu, Pasangan Busyro Karim-Achmad Achmad Fauzi bertarung sengit melawan rivalnya yang merupakan mantan Kepala Bappedaprov Jatim Zainal Abidin yang berpasangan dengan Dewi Khalifah yang saat ini “mendampingi” Achmad Fauzi diajang Pilkada Sumenep yang kemungkinan akan tertunda oleh imbas pandemi COVID-19.

Editor:Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *