Aktivis Pecinta Lingkungan Raudlatul Iman Audiensi Dengan Dinas Lingkungan Hidup Sumenep

0
205

Sumenep (Maduraexpose.com) – Aktivis Pecinta Lingkungan Asri, Sehat dan Indah Aliansi Santri Raudlatul Iman (APLIKASI ASRI) Gadu Barat Ganding Sumenep hari ini Rabu 29/12/2021 melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep bertempat di Graha Adipura DLH Sumenep yang dipimpin pengasuh K. Sahli Hamid, M.Pd.I

Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Kepala Seksi Lingkungan Hidup Ibu Andritias menyambut dengan senang hati kehadiran para santri dan mahasiswa STIDAR yang tergabung dalam APLIKASI ASRI. Sebelumnya Ketua Aplikasi Asri Ramadhani memaparkan kedatangannya untuk melakukan silaturrahim dan menimba ilmu terkait pengelolaan lingkungan berbasis pesantren.

“Kehadiran kami ke sini tentu memiliki agenda untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang ada di lembaga Raudlatul Iman dan masyarakat sekitar, seperti soal sampah dan penghijauan” ungkapnya mengawali pembicaraan.

Selanjutnya, Ustadz Syukron Makmun sebagai juru bicara APLIKASI turut melengkapi penjelasan ketua tentang agenda yang sudah dilakukan seperti KERAMAT (Kebersihan Rabu Jumat), SIRAMAN (Santri Raudlatul Iman Menanam) dll. Menurutnya banyak hal yang telah dijerjakan sebagai bentuk kepedulian lingkungan yang MORNANG (Morka’ Raddhin Nyonar Ngornyang).

“Program-program yang telah kami laksanakan adalah Keramat, Siraman dll. Cuma kami perlu banyak belajar bagaimana mengelola sampah dan persoalan lainnya, tetapi kami masih terbatas dalam hal pengetahuan dan pengalaman serta perlu support bibit, sarana prasarana dari DLH” tandas Syukron berharap

Sementara DLH sangat apresiatif terhadap semangat pemuda dari kaum santri yang menurutnya APLIKASI yang penting jalan dulu dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendukung program peduli lingkungan.

“Saya sangat bangga dengan inisiatif dari santri dan mahasiswa STIDAR, ke depan bisa bermitra dengan kami dalam program sedekah sampah atau nasabah sampah, tidak saja hanya melakukan kebersihan, tetapi sampah-sampah harus dipilah kemudian diolah menjadi kompos. Untuk masalah bibit kita bantu, tapi santri jangan hanya mengandalkan bantuan bibit dari pemerintah, bisa saja menyetek dan kepedulian dari masyarakat. Intinya bahwa pesantren harus menjadi contoh ramah lingkungan”

Untuk urusan sarana pengangkut sampah, Kadis DLH Bapak Ernawan Utomo mempersilahkan kepada Pondok Pesantren Raudlatul Iman untuk mengajukan proposal untuk diprogramkan pada anggaran 2022. Sebagai bentuk kepedulian DLH, APLIKASI ASRI mendapat bibit pohon jati dan empat sak kompos jadi untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. (Fathol Bari)