Aktivis Mahasiswa Rapatkan Barisan Menolak Tambang Fosfat di Sumenep

Terbit: 4 Mei 2021 | 14:20 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)–Beberapa minggu setelah berakhirnya pemerintahan Busyro Karim-Achmad Fauzi, mendadak persoalan tambang fosfat di Kabupaten Sumenep seolah menjadi monster yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Sekelompok mahasiswapun tak mau melewatkan momen itu dengan menggelar aksi di sejumlah tempat semisal depan Kantor Bupati dan DPRD setempat.

Seperti layaknya “mimbar demokrasi” lainnya, para aktivis pengunjuk rasa itu dengan lantang menyampaikan aspirasinya. Mereka menilai, penambangan fosfat di Kabupaten Sumenep ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan lahan produktif pertanian masyarakat.

“Apakah kalian tega melihat rakyat kelak sengsara sebab gubangan, banjir, dan pertanian rakyat rusak,” kordinator aksi GMNI Rismal Abdillah, pada Jumat 5 Maret 2021 di depan Gedung DPRD Sumenep.

Mahasiswa sangat tidak rela rakyat menderita dan mendesak anggota dewan untuk segera mengambil sikap tegas atas penolak terhadap segala aktivitas yang berkaitan dengan penambangan fosfat agar tidak diberi ruang perijinan demi kemaslahatan umat.

Mahasiswa berjanji akan terus mengwal persoalan fosfat di Sumenep, sambil berharap agar seluruh wakil rakyat turut serta dalam membela kepentingan rakyat.

Bahkan didepan A.Hamid Ali Munir, Ketua DPRD yang merupakan politisi dari PKB Sumenep itu, mengancam tidak segan-segan untuk kembali lagi dengan aksi massa yang lebih banyak. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *