Aktivis Mahasiswa Rapatkan Barisan Menolak Tambang Fosfat di Sumenep

0
118

Sumenep (Maduraexpose.com)–Beberapa minggu setelah berakhirnya pemerintahan Busyro Karim-Achmad Fauzi, mendadak persoalan tambang fosfat di Kabupaten Sumenep seolah menjadi monster yang menakutkan bagi sebagian kalangan. Sekelompok mahasiswapun tak mau melewatkan momen itu dengan menggelar aksi di sejumlah tempat semisal depan Kantor Bupati dan DPRD setempat.

Seperti layaknya “mimbar demokrasi” lainnya, para aktivis pengunjuk rasa itu dengan lantang menyampaikan aspirasinya. Mereka menilai, penambangan fosfat di Kabupaten Sumenep ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan lahan produktif pertanian masyarakat.

“Apakah kalian tega melihat rakyat kelak sengsara sebab gubangan, banjir, dan pertanian rakyat rusak,” kordinator aksi GMNI Rismal Abdillah, pada Jumat 5 Maret 2021 di depan Gedung DPRD Sumenep.

Mahasiswa sangat tidak rela rakyat menderita dan mendesak anggota dewan untuk segera mengambil sikap tegas atas penolak terhadap segala aktivitas yang berkaitan dengan penambangan fosfat agar tidak diberi ruang perijinan demi kemaslahatan umat.

Mahasiswa berjanji akan terus mengwal persoalan fosfat di Sumenep, sambil berharap agar seluruh wakil rakyat turut serta dalam membela kepentingan rakyat.

Bahkan didepan A.Hamid Ali Munir, Ketua DPRD yang merupakan politisi dari PKB Sumenep itu, mengancam tidak segan-segan untuk kembali lagi dengan aksi massa yang lebih banyak. [*]

HotNews:  Giat Komsos Sarana Kebersamaan Membangun Keakraban Dengan Warga Binaan