Ada Gerakan Anti Nyamuk Massal di Pulau Sapeken

Terbit: 27 Maret 2017 | 01:24 WIB

Pekan Kelambu Malaria anti Nyamuk Massal di Daerah Fokus, tingkat Kecamatan Sapeken, yang digelar di Balai Kecamatan setempat, dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Komandan Koramil 0827/19 Sapeken Kapten Inf. Sutrisno bersama anggota Forpimka lainnya, Puskesmas Sapeken, Kasi Kesra Sapeken Moch. Yamin, Forpimka Sapeken, Kepala UPT Puskesmas Sapeken Suharto Cakoe, SKM perwakilan dari petugas Malaria, Kepala Desa, BPD, Toga, Tomas, Toda, Pengelola Program Malaria, Bidan Koordinator, Petugas Promkes dan Ibu-Ibu PKK.

Sebagaimana pemaparan Ka UPT Puskesmas Kecamatan Sapeken, jika untuk kegiatan pendistribusian kelambu masal fokus di seluruh Indonesia dilaksanakan di 22 Kabupaten di 4 Provinsi.

Sehingga keseluruhan kelambu yang didistribusikan melalui Pekan Kelambu Massal di daerah Fokus ‎( PKMF ) adalah sebanyak 85.000 buah kelambu.

Sementara diwilayah Kabupaten Sumenep ada 4 Kecamatan fokus yang mendapat bantuan kelambu anti nyamuk malria itu, diantaranya Kecamatan Sapeken yang mendapatkan 1.800 buah.

Danramil Sapeken Kapten Inf. Sutrisno dalam sambutanya menyampaikan dalam pelaksanaan Sosialisasi Pekan Kelambu Malaria Anti Nyamuk Massal di Daerah Fokus, diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai langkah preventif untuk membentengi diri dari serangan nyamuk malaria.

“Harapan saya, pekan sosialisasi kelambu anti malaria bisa dimanfaatkan maksimal. Karena keberadaan kita di wilayah Kepulauan Sapeken, pada umumnya, punya cerita riwayat wabah penyakit malaria 5 tahunan. Kalau itu benar, sangat tepat sekali kegiatan program ini diselenggarakan. Sehingga masyarakat Kepulauan Sapeken terhindar dari wabah penyakit malaria,” kata Danramil Sapeken Kapten Inf. Sutrisno.

Selain itu, Danramil Sapeken berpesan agar jangan lupa menjaga kebersihan.
Karena masalah tersebut menjadi faktor utama untuk mencegah keberadaan nyamuk malaria, minimal melaksanakan tindakan 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur dan jaga kebersihan lingkungan.

HotExpose:  Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

[din/fer]

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Terbit: 16 April 2026 | 19:20 WIB SUMENEP – Eskalasi konflik agraria di pesisir Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, kini memasuki fase krusial yang menguji integritas penegakan hukum di Jawa…

Jurus Fajar ‘Kepung’ Ekonomi Rakyat

Terbit: 16 April 2026 | 12:00 WIB SUMENEP – Akselerasi ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar secara progresif mendorong inklusi keuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *