AHY & ‘Orkestrasi’ Air: Dari Danau Bali Menuju Padang Pasir Riyadh!

Terbit: 7 Maret 2026 | 17:24 WIB

MADURA EXPOSE, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi menancapkan “Garis Start” baru dalam pengelolaan ketahanan air nasional. Melalui Rapat Koordinasi Tim Kerja Nasional pada Jumat (6/3/2026), AHY menegaskan bahwa suksesnya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali hanyalah awal. Kini, bidikan Indonesia tertuju pada WWF ke-11 tahun 2027 di Riyadh, Arab Saudi, dengan membawa misi besar: menjadikan Indonesia sebagai pusat unggulan (Center of Excellence) manajemen air dunia.

Rapat strategis yang dihadiri lintas kementerian—mulai dari Kemenlu hingga BMKG—ini menyoroti empat pilar utama: optimalisasi danau, manajemen krisis cuaca ekstrem, mitigasi bencana, hingga jaminan pasokan air untuk sektor agrikultur yang menyerap 75% kebutuhan air nasional. AHY menginstruksikan pembentukan Joint Working Team untuk memastikan urusan air tidak lagi terjebak dalam ego sektoral.

Analisis Administrasi Publik: Sinergi Integratif Lintas Sektoral

Secara Administrasi Publik, pembentukan Joint Working Team di bawah orkestrasi Kemenko Infra merupakan langkah krusial dalam mengatasi fenomena silo mentality (mentalitas sektoral) yang sering menghambat proyek strategis nasional. Kebijakan Water Security bukan sekadar urusan teknis pembangunan waduk atau bendungan, melainkan sebuah tata kelola administratif yang melibatkan diplomasi internasional (Kemenlu), ketersediaan data (BMKG/BNPB), hingga infrastruktur komunikasi (Komdigi).

Implementasi Center of Excellence yang dicanangkan AHY menuntut akuntabilitas manajerial yang tinggi. Penggunaan sumber daya air bagi agrikultur sebesar 75% memerlukan efisiensi birokrasi yang mampu menjembatani kepentingan ketahanan pangan dengan keberlanjutan ekologi danau. Dalam konteks pembangunan kewilayahan, ketahanan air adalah fondasi utama bagi stabilitas ekonomi daerah. Jika orkestrasi lintas lembaga ini berhasil, Indonesia tidak hanya akan hadir di Riyadh sebagai peserta, tetapi sebagai pemimpin solusi krisis air global yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok, termasuk di wilayah pesisir dan pedesaan.


Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Presiden Prabowo Tinjau Gudang Bulog Magelang: Stok 7.000 Ton Aman, Kualitas Jadi Harga Mati

Terbit: 20 April 2026 | 13:30 WIB MAGELANG, MaduraExpose.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04/2026). Langkah strategis…

Ultimatum Manis Menkeu

Terbit: 15 April 2026 | 20:00 WIB JAKARTA – Kebijakan fiskal terkait industri hasil tembakau kembali memasuki babak krusial. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meluncurkan ultimatum strategis terhadap peredaran rokok…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *