
MaduraExpose.com-
Kisruh sepak bola Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) V Jawa Timur antara Tim Porprov Pamekasan melawan Kota Malang berbuntut panjang.
Manager Tim porprov Pamekasan, M. Farid merasa di dholimi sebab tim pamekasan yang di curangi justru dikenakan sanksi.
Kisruh tersebut berawal dari salah seorang pemain pamekasan yang dilanggar oleh pemain kota malang sehingga terjatuh dan disaat itu pemain malang mengambil bola ditendangkan ke pemain pamekasan yang terjatuh sehingga terjadilah perkelahian dilapangan.
Komisi Disiplin menjatuhkan sangsi bagi pihak tim Pamekasan masing masing terhadap Muhammad Hanif pemain belakang dengan sanksi tidak boleh bermain selama 5 kali dan denda 1 juta rupiah
Sedangkan 2 official yaitu Dedy Kurniawan dan Kusairi karena dianggap ikut membuat kekacauan sehingga dikenakan sanksi 2 tahun tidak boleh mendampingi tim serta denda masing masing l0 juta rupiah.
Manager tim Sepak bola Kabupaten Pamekasan, M. Farid sangat menyayangkan sebab panpel langsung menjatuhkan sangsi tanpa ada klarifikasi pada pemain maupun official yang bersangkutan, sementara sanksi terhadap tim Malang panpel tidak mengungkapkannya.
Karena merasa di dholimi ungkap Farid, pihaknya akan melakukan protes ke dewan hakim dengan membawa bukti rekaman video pertandingan
“Kami merasa di dholimi karena sebetulnya kami yang korban kok kami yang kena. Nah untuk itu kami akan melakukan protes malam ini, pak Hamzah selaku wakil ketua umum PSSI, sekjen PSSI, pandis bersam sama kami melakukan protes ke dewan hakim dan kami sudah siapkan, kami punya bukti kok,” ungkapnya.
Dengan tegas Farid mengatakan secara tim sangsi tersebut tidak ada pengaruhnya sama sekali bahkan termotivasi kedholiman yang dilakukan pihak panitia.
Ditanya tentang undangan panitia disiplin terkait kejadian tersebut, Farid mengatakan pihaknya tidak mangkir akan tetapi mengantarkan Solihudin ke Rumah Sakit karena kondisinya lemah dan hampir pingsan.
Tim porprov pamekasan besutan winedy Poerwito tetap akan bermain bagus, kompak dan ngotot untuk meraih poin penuh melawan kota Kediri besok (hari ini, Red).
(Ida Farida/AA/RRI).





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)