Efek Domino Rp3,15 Triliun: Khofifah Sukses Pimpin Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana 2026

Terbit: 25 Februari 2026 | 18:51 WIB

MADURA EXPOSE – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung tancap gas memperkuat penetrasi pasar domestik. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi perdana tahun ini antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yang digelar di Semarang, Kamis (29/1/2026).

Langkah strategis ini membuahkan hasil fantastis dengan catatan komitmen transaksi mencapai Rp3,15 triliun. Pertemuan yang melibatkan berbagai organisasi dunia usaha seperti Kadin, HIPMI, hingga REI ini menjadi instrumen krusial dalam memperkuat integrasi rantai pasok antarwilayah.

“Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih. Ini menjadi sinergi yang luar biasa karena adanya kebutuhan yang bersifat komplementer antar kedua provinsi,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatan business matching.

Dominasi Sektor Pangan dan Industri Dari total nilai tersebut, skema ‘Jatim Jual’ mendominasi dengan angka Rp2,75 triliun, disusul ‘Jatim Beli’ Rp296,8 miliar, dan sektor investasi sebesar Rp96 miliar. Produk unggulan yang mengalir ke Jawa Tengah didominasi oleh sektor peternakan, perikanan, hingga hasil industri seperti rokok dan tekstil.

Salah satu poin penting dalam misi ini adalah kerja sama strategis antara Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan kedua provinsi yang nilainya menembus Rp1,13 triliun per tahun. Selain itu, sektor industri hasil tembakau juga mencatatkan angka signifikan senilai Rp192 miliar.

Ketahanan Ekonomi Regional Khofifah menjelaskan, penguatan perdagangan antarwilayah adalah strategi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Per Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,04 persen. Dengan kontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional, Jatim terus memperkokoh posisinya sebagai lokomotif ekonomi di Pulau Jawa.

“Pola transaksi dua arah ini mencerminkan penguatan integrasi pasar domestik sekaligus optimalisasi distribusi komoditas strategis. Kuncinya adalah sinergi; mari tumbuh dan maju bersama,” tutur Khofifah menutup keterangannya.

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Tombol “Ajaib” Elon Musk

Terbit: 12 Maret 2026 | 08:47 WIB PAMEKASAN – Di tengah hiruk-pikuk disrupsi otomotif global, Tesla kembali memancing atensi publik melalui demonstrasi fitur Push to Start yang dianggap mendefinisikan ulang…

Sultan Madura Pindah Haluan: Dari Kemewahan Alphard ke Revolusi Tesla Elon Musk?

Terbit: 11 Maret 2026 | 17:42 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE – Fenomena gaya hidup kelas atas di Pulau Garam kini tengah berada di ambang transisi teknologi yang signifikan. Jika selama…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *