
MaduraExpose.com – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai raksasa agraris di Jawa Timur. Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan lahan subur Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, sebuah capaian besar baru saja terukir. Bukan sekadar seremoni panen biasa, melainkan sebuah pembuktian bahwa sinergi antara teknologi pertanian dan validasi data mampu mendongkrak marwah jagung Madura di kancah nasional hingga internasional.
Melalui kegiatan pengubinan massal yang dilakukan pada Rabu, 3 Februari 2026, tercatat angka produktivitas yang melampaui ekspektasi banyak pihak. Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa jagung Sumenep tidak lagi hanya menjadi komoditas subsisten, melainkan komoditas strategis yang siap bertarung di pasar ekspor global.
Memecahkan Rekor dari Ujung Timur Madura
Berdasarkan hasil ubinan terbaru di Kecamatan Lenteng, produktivitas jagung di wilayah tersebut mencapai angka fantastis: 9,58 ton per hektar (jagung gelondong). Sebagai perbandingan, menurut data Kementerian Pertanian (2024-2025), rata-rata produktivitas jagung nasional umumnya hanya berkisar di angka 5,5 hingga 6,2 ton per hektar.
Capaian impresif ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang sangat disiplin, melibatkan:
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep: Sebagai motor penggerak kebijakan dan bantuan sarana produksi di tingkat daerah.
Penyuluh BPPSDMP Kementan RI: Tim teknis yang melakukan pendampingan intensif, mulai dari pemilihan benih hingga manajemen perlindungan tanaman.
Badan Pusat Statistik (BPS): Bertindak sebagai verifikator data otoritatif untuk memastikan angka yang dirilis valid secara metodologi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Metode pengubinan dengan pengambilan sampel pada area 2,5×2,5 meter membuktikan bahwa tanah Sumenep, jika dikelola dengan sains pertanian yang tepat, memiliki potensi setara dengan lahan-lahan terbaik di Pulau Jawa.
Pilar Strategis Menuju Ekspor 1 Juta Ton
Keberhasilan petani di Moncek Tengah adalah kepingan penting dari grand design Ketahanan Pangan Nasional. Pemerintah pusat saat ini tengah membidik target ekspor jagung sebesar 1 juta ton, dan Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung supply utama.
“Sumenep merupakan kawasan supply jagung strategis untuk mengejar target ekspor 1 juta ton nasional,” tegas Dewo Ringgih, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian di Sumenep.
Ambisi ini bukan tanpa modal. Sumenep tercatat memiliki potensi luas lahan tegalan yang sangat masif, mencapai 117.000 hektar. Jika angka produktivitas 9,58 ton/ha ini mampu direplikasi di setidaknya 50% luas lahan yang ada, maka Madura bukan hanya akan mandiri pangan, melainkan menjadi lumbung devisa melalui sektor agrikultur.
Analisis Teknis: Mengapa Moncek Tengah Bisa Unggul?
Mengacu pada standar keberhasilan pertanian dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), ada tiga pilar utama yang menjadi rahasia di balik angka 9,58 ton/ha ini:
Adopsi Benih Hibrida Generasi Baru: Petani di Moncek Tengah mulai beralih menggunakan varietas unggul yang memiliki ketahanan tinggi terhadap serangan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) serta memiliki potensi hasil tinggi.
Manajemen Pemupukan Berimbang: Penerapan konsep pemupukan 5T (Tepat jenis, Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara). Penggunaan pupuk subsidi dioptimalkan dengan penambahan nutrisi mikro dan pupuk organik cair hasil racikan penyuluh setempat.
Digitalisasi dan Akurasi Data: Penggunaan data real-time memudahkan pemerintah untuk melakukan pemetaan stok pangan. Hal ini sangat krusial bagi investor dan eksportir yang membutuhkan kepastian stok sebelum melakukan kontrak dagang.
Analisis Ekonomi: Proyeksi Pendapatan Petani
Pencapaian ini membawa angin segar bagi kesejahteraan petani lokal. Berikut adalah simulasi perhitungan keuntungan per hektar berdasarkan hasil ubinan terbaru:
Produksi Pipil Kering: Dengan hasil gelondong 9,58 ton, jika dikonversi menjadi pipil kering (asumsi rendemen 70%), maka didapat hasil 6,7 ton pipil kering/ha.
Pendapatan Bruto: Dengan asumsi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.000,-/kg, maka petani memperoleh Rp33.500.000,- per musim tanam.
Keuntungan Netto: Setelah dikurangi biaya operasional (benih, pupuk, tenaga kerja) sebesar kurang lebih Rp13.000.000,-, petani di Moncek Tengah mampu mengantongi laba bersih sekitar Rp20.500.000,- hanya dalam waktu 100-110 hari.
| Parameter | Hasil Moncek Tengah | Rata-rata Nasional |
| Produktivitas | 9,58 Ton/Ha | 5,5 – 6,2 Ton/Ha |
| Estimasi Laba/Ha | ± Rp20.500.000 | ± Rp9.000.000 |
Tantangan Pasca-Panen: Menuju Standar Global
Meskipun angka produksi sudah melompat tinggi, perjuangan belum usai. Target pasar internasional menuntut standar yang ketat. Jagung asal Sumenep harus mampu menjaga kadar air (moisture content) di angka maksimal 14% dan memastikan bebas dari kontaminasi jamur aflatoksin.
DKPP Sumenep kini tengah fokus mendorong penggunaan UV Dryer dan alat pemipil jagung mekanis (Corn Sheller) untuk meminimalisir kerusakan biji saat pasca-panen. Dengan semangat kolaborasi lintas instansi, jagung dari tanah Madura kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi siap melanglang buana ke pasar mancanegara.
Optimisme dari Moncek Tengah kini menjadi alarm positif bagi kemajuan pertanian Indonesia: Bahwa dari lahan tegalan Madura, kejayaan pangan nasional bermula.**
Red./Editor: Ferry Arbania
Simak informasi terbaru di portal Maduratani.com, Media Grup MaduraExpose.com

![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)