Paradoks Jalanan Sumenep 2025: Kasus Kecelakaan Turun Drastis, Namun Angka Kematian Meroket Tajam!

Terbit: 31 Desember 2025 | 07:27 WIB

SUMENEP, MADURA EXPOSE – Catatan akhir tahun Satlantas Polres Sumenep menunjukkan fenomena yang mengejutkan sekaligus menjadi alarm keras bagi para pengendara di wilayah hukum ujung timur Pulau Madura. Meski secara kuantitas angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami penurunan signifikan, namun fatalitas atau jumlah korban nyawa justru menunjukkan tren yang berbanding terbalik.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun MaduraExpose.com, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 276 kasus kecelakaan. Angka ini turun drastis sebesar 30,1% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 395 kejadian. Sebuah capaian yang sekilas terlihat seperti kabar baik bagi keamanan jalan raya.

Ironi di Balik Angka: Nyawa Melayang Meningkat 75%

Namun, di balik penurunan jumlah kejadian tersebut, terselip fakta memilukan. Penurunan kasus tidak dibarengi dengan keselamatan nyawa. Tercatat, jumlah korban meninggal dunia justru melonjak tajam dari 41 orang di tahun 2024 menjadi 72 orang di tahun 2025.

Artinya, meskipun frekuensi kecelakaan berkurang, tingkat keparahan dari kecelakaan yang terjadi jauh lebih mematikan dari tahun sebelumnya.

Luka Berat Nihil, Teguran Polisi Membanjir

Kabar positif lainnya terlihat pada angka korban Luka Berat (LB) yang mencapai titik nihil (0) atau turun 100% dari tahun sebelumnya. Sementara korban luka ringan juga menyusut dari 552 orang menjadi 380 orang.

Menariknya, perubahan gaya penegakan hukum di lapangan juga terlihat sangat kontras. Polres Sumenep nampaknya lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan edukasi. Terbukti, jumlah tilang menurun dari 4.826 menjadi 3.459 tindakan. Sebaliknya, jumlah teguran melonjak hampir 150%, yakni dari 15.421 menjadi 37.565 teguran.

Komitmen Kapolres: Tertib Lalu Lintas Harus Jadi Budaya

Menyikapi fenomena “laka maut” ini, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Strategi preemtif, preventif, hingga represif akan diperkuat secara berimbang.

“Kami akan mengintensifkan edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas, serta memperkuat patroli di titik-titik rawan (blackspot),” tegas AKBP Rivanda.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari denda, melainkan tanggung jawab moral.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, bukan sekadar karena takut sanksi,” pungkasnya.

Akankah kesadaran masyarakat meningkat di tahun mendatang? Simak terus kupasan mendalam dan update beritanya hanya di MaduraExpose.com: Mengawal Kepastian Hukum.**

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *