Fraksi PPP Ikut Dukung Bloking Anggaran KPU

Terbit: 16 Mei 2015 | 03:03 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Bloking anggaran yang digulirkan Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim terus menggelinding kepermukaan. Itu terjadi setelah munculnya sejumlah laporan yang berkaitan dengan kinerja para Komisioner KPU Kab Sumenep menjelang pelaksanaan Pilkada serentak Desember 2015.

Sayangnya ancaman ‘bloking anggaran’ yang dialamatkan ke KPU ini belum final, mengingat saat pertemuan dengan empat komisioner pelaksana pemilu tidak dihadiri oleh seluruh anggota Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kendati demikian, Syaiful Bari, anggota Komisi I dari Fraksi PPP DPRD Sumenep menyatakan siap mendukung rencana bloking anggaran yang dihembuskan oleh pimpinan komisi yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan tersebut.

“Kalau KPU memang salah, kita pasti dukung bloking anggaran itu”, ujar Syaiful Bari, anggota Komisi I DPRD Sumenep, Jum’at.

Rencana bloking anggaran ke KPU ini dinilai kalangan legislatif sebagai bentuk ‘punishmen’ politik terhadap kelalaian yang menyebabkan pihak lain merasa dirugikan.

Sementara Joni Tunaidy, didepan para Komisioner KPU Kab meminta tidak main-main terhadap proses rekrutmen PPK.

“Karena masalah ini berkaitan dengan nasib seseorang, jadi KPU jangan main-main”, saran Djoni Tunaidy.

(Fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *