Kanvas Jiwa Nusantara di Keraton Sumenep

Terbit: 28 Oktober 2025 | 01:38 WIB

SUMENEP – Dalam sunyi agungnya Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (25/10/2025), sebuah perhelatan spiritual sekaligus artistik diselenggarakan: Festival Seni Lukis Madura. Acara ini menjadi panggung tempat puluhan pelukis, para penafsir warna dari segenap penjuru Nusantara—dari creator Surabaya hingga maestro Yogyakarta—datang membentangkan kanvas, menangkap ruh Madura dalam goresan yang melampaui kata.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia dan Komunitas Pelukis Sumenep (KLOPS).

 

Seni: Manifestasi Jati Diri Abadi

 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memandang Festival ini sebagai perwujudan nyata kepedulian yang menyeluruh, menjadikan seni rupa sebagai jembatan antara pembangunan fisik dan pembangunan jiwa.

“Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bagian dari wadah ekspresi dan pelestarian seni lukis, untuk menciptakan karya terbaik dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai kearifan lokal,” tutur Bupati.

Bupati Fauzi menyoroti kekuatan para seniman yang tetap setia pada palet dan kuas di tengah hiruk pikuk revolusi digital. Kehadiran mereka adalah sebuah manifesto: bahwa gemuruh teknologi tidak sanggup meredam bisikan kreativitas.

“Para pelukis dan seniman di tengah pesatnya perkembangan teknologi tetap mampu menghadirkan karya yang sarat makna… Ini bukti bahwa seni dan budaya tetap relevan di setiap zaman,” tegasnya, melukiskan seni sebagai epitome jati diri bangsa.

 

Ekonomi Kreatif dan Gala Auction

 

Festival yang dibuka dengan goresan simbolis ini diikuti oleh total 61 pelukis, menunjukkan daya tarik magnetis budaya Madura.

Kepala Dinas PUTR, Erik Susanto, menambahkan bahwa apresiasi terhadap karya seni diwujudkan secara konkret. Acara ini tidak hanya berhenti sebagai pameran, tetapi juga menyertakan lelang 10 lukisan terbaik sebagai penghargaan tertinggi terhadap karya seni dan upaya nyata menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Malam itu, Keraton Sumenep bertransformasi menjadi galeri terbuka, tempat spiritualitas lokal bertemu dengan kebebasan ekspresi, membuktikan bahwa seni rupa adalah bahasa universal yang paling jujur dalam melestarikan warisan Bumi Madura.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *