Memaksimalkan Kekayaan Sumenep: Warisan Gagasan Haji Zainal Abidin

Terbit: 10 Oktober 2025 | 21:30 WIB

MaduraExpose.com–

Pada tahun 2014, almarhum DR. Ir. Zainal Abidin, MM, putra daerah asli Sumenep yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pernah menyampaikan pernyataan yang menyoroti besarnya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Sumenep. Pernyataan ini menjadi penting karena disampaikan di tengah tingginya angka kemiskinan di Sumenep yang saat itu berada di atas rata-rata kemiskinan Jawa Timur.

 

1. Potensi SDA yang Luar Biasa

 

Zainal Abidin menegaskan bahwa Sumenep memiliki potensi SDA yang luar biasa yang mencakup:

  • Migas (Minyak dan Gas Bumi): Sumenep dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil migas di Madura, dengan cadangan yang signifikan, terutama di wilayah kepulauan.
  • Pertanian dan Perkebunan: Potensi di sektor agraris ini dinilai sangat besar dan dapat terus dikembangkan.
  • Kelautan dan Perikanan: Kekayaan bahari Sumenep, yang memiliki wilayah laut luas dengan 126 pulau (48 di antaranya berpenghuni), merupakan modal besar yang perlu dikelola dengan baik untuk menghasilkan manfaat luar biasa.

 

Menurut beliau, kekayaan alam ini adalah modal dasar yang, jika dikelola dengan baik, berpotensi besar untuk mengatasi masalah kemiskinan di Sumenep.

 

2. Tantangan dan Pentingnya Infrastruktur

 

Meskipun memiliki potensi SDA yang melimpah dan SDM yang berkualitas (banyak masyarakat Sumenep berhasil menimba ilmu di berbagai kota besar), Zainal Abidin menekankan pentingnya kepekaan dan kepedulian SDM lokal untuk mengaplikasikan ilmunya bagi kemajuan daerah.

 

 

Tantangan utama yang disoroti adalah tingkat kemiskinan yang tinggi—saat itu di atas 15%, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur (12-13%). Beliau melihat bahwa tingginya kemiskinan ini sering terjadi di wilayah pesisir dan daerah pegunungan yang gersang.

 

 

Solusi mendasar yang diusulkan adalah pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan yang mengarah ke pusat-pusat sentra produksi. Hal ini mencakup pembangunan aksesibilitas daerah, antara daratan dengan kepulauan. Zainal Abidin menekankan, tanpa aksesibilitas yang baik, pemerataan pembangunan akan sulit tercapai.


 

Potensi Sumenep Masa Kini yang Perlu Dimaksimalkan

 

Sejalan dengan pandangan Zainal Abidin, potensi SDA Sumenep, terutama di sektor non-migas, tetap menjadi fokus pembangunan dan perlu dimaksimalkan, khususnya di sektor Kelautan, Perikanan, dan Agroindustri yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir.

 

🐟 Kelautan dan Perikanan: Sentra Rumput Laut dan Perikanan Budidaya

 

Kabupaten Sumenep dikenal sebagai sentra penghasil rumput laut terbesar di Jawa Timur .

  • Komoditas Unggulan: Rumput laut merupakan komoditas basis ekonomi (ekspor) Sumenep. Selain itu, potensi perikanan budidaya lainnya seperti ikan kerapu dan hasil perikanan tangkap juga sangat melimpah.
  • Optimalisasi: Potensi perikanan tangkap laut di Sumenep masih tergolong underfishing (belum dimanfaatkan optimal), yang mengindikasikan peluang untuk peningkatan upaya penangkapan tanpa melebihi batas lestari.
  • Hilirisasi: Pengembangan harus didorong hingga ke industri pengolahan rumput laut (agroindustri) menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti makanan olahan, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan membuka lapangan kerja.

 

🌾 Pertanian dan Perkebunan

 

Sektor ini mencakup komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan, termasuk:

  • Garam: Pulau Madura, termasuk Sumenep, adalah sentra penghasil garam utama nasional. Luas lahan tambak garam Sumenep berkontribusi signifikan terhadap produksi garam nasional.
  • Jambu Mente: Terdapat potensi pada komoditas perkebunan seperti jambu mente, yang perlu didorong untuk diolah menjadi produk jadi daripada dijual dalam bentuk gelondongan.
  • Sapi Madura: Sektor peternakan, dengan komoditas khas Sapi Madura, juga menjadi potensi yang kuat.

 

🏝️ Pariwisata

 

Dengan total 126 pulau dan wilayah laut yang luas, Sumenep memiliki potensi besar di sektor Pariwisata Bahari dan Wisata Religi/Ziarah.

  • Pengembangan Infrastruktur Pariwisata: Pembangunan aksesibilitas antar-pulau dan peningkatan fasilitas pariwisata sangat krusial untuk menjadikan sektor ini penggerak ekonomi, sejalan dengan pentingnya infrastruktur yang pernah diungkapkan Zainal Abidin.

Secara keseluruhan, tantangan utama Sumenep tetap pada pengelolaan optimal SDA yang berkelanjutan dan peningkatan konektivitas antar wilayah daratan dan kepulauan, yang merupakan kunci untuk meratakan pembangunan dan mengentaskan kemiskinan, sebagaimana disampaikan oleh Zainal Abidin pada tahun 2014.

 

[dbs/gim/kab/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *