Di Balik Visitasi PAUD Pamekasan, Sumenep Dorong Standar Baru dan Inovasi Pendidikan Dini

Terbit: 2 Agustus 2025 | 04:09 WIB

Maduraexpose.com – Visitasi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (1/8/2025) di Kelompok Bermain (KB) Al Imron, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, bukan sekadar agenda rutin peningkatan mutu. Di balik penilaian standar, kehadiran seorang asesor dari Sumenep, Fathor Arifin, M.Pd, memunculkan narasi yang lebih dalam tentang pergeseran paradigma dan dorongan inovasi pendidikan anak usia dini di Madura, khususnya pasca-pandemi dan tantangan digitalisasi.

Sorotan terhadap peran Fathor Arifin, praktisi pendidikan yang juga pelatih guru PAUD asal Sumenep, terasa istimewa. Kolaborasinya dengan akademisi Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I dari Universitas Al-Amien Prenduan, dalam penugasan resmi BAN PDM Jatim ini, mengindikasikan lebih dari sekadar rotasi tugas. Ini mengisyaratkan sebuah upaya terstruktur untuk menyuntikkan perspektif baru dan praktik terbaik yang mungkin telah diuji coba di Sumenep, sebuah kabupaten yang kerap menjadi barometer pengembangan pendidikan di Madura.

 

Asesor dari Sumenep: Pembawa Paradigma Baru atau Strategi Penguatan Ekosistem Pendidikan Lokal?

 

Pertanyaan muncul: Mengapa sosok dari Sumenep secara spesifik ditekankan dalam visitasi di Pamekasan? Dalam pernyataannya kepada media, Fathor Arifin menegaskan pentingnya “paradigma baru dalam layanan PAUD” yang berfokus pada pendidikan yang “menyenangkan, bermakna, dan berorientasi karakter.” Ia bahkan secara eksplisit menyatakan, “Kami dari Sumenep hadir untuk berbagi praktik baik. Harapannya, lembaga-lembaga PAUD di Madura dapat saling menginspirasi dan tumbuh bersama sebagai komunitas pembelajar yang adaptif.”

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Ini adalah sinyal kuat bahwa ada upaya terkoordinasi dari “komunitas pembelajar” di Sumenep untuk menularkan model pengembangan PAUD mereka ke kabupaten lain. Apa praktik baik yang dimaksud? Seberapa jauh Sumenep telah melangkah dalam “inovasi media digital yang sesuai zaman” dan “kemitraan guru-orang tua” yang ditekankan Fathor?

HotExpose:  Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Laporan ini mencurigai bahwa visitasi di KB Al Imron Pamekasan ini adalah salah satu titik masuk bagi transfer pengetahuan dan pengalaman dari Sumenep, yang mungkin memiliki keunggulan atau model yang dianggap berhasil. Ini bisa menjadi strategi tak langsung untuk menyeragamkan atau mengangkat standar PAUD di seluruh Madura, dengan Sumenep sebagai motor penggeraknya.

 

Lebih dari Sekadar Akreditasi: Upaya Peningkatan Kapasitas Menyeluruh

 

Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I, dari unsur akademisi, menguatkan bahwa akreditasi adalah “momentum reflektif” untuk meningkatkan mutu dan merumuskan arah pengembangan. Namun, Fathor Arifin membawa narasi ini lebih jauh dengan menyoroti pentingnya “peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan, khususnya dalam hal pemahaman tumbuh kembang anak, desain pembelajaran aktif, serta inovasi media digital.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus visitasi tidak hanya pada pemenuhan standar administratif, tetapi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan metode pengajaran. Ini adalah indikasi bahwa BAN PDM Jatim, melalui asesor-asesornya, sedang mendorong perubahan mendasar dalam cara PAUD beroperasi, dari sekadar penitipan menjadi pusat inovasi pendidikan karakter berbasis digital.

Kehadiran Fathor Arifin dari Sumenep, seorang alumni SMAN 1 Sumenep angkatan 1993, dalam proses akreditasi di Pamekasan, adalah bukti nyata dari sinergi antar-kabupaten di Madura. Namun, lebih dari itu, ini adalah pertanda bahwa Sumenep tidak hanya berambisi mencetak generasi emas di wilayahnya sendiri, tetapi juga aktif berperan sebagai lokomotif pendorong inovasi dan peningkatan mutu pendidikan dini di seluruh Pulau Garam. Masa depan pendidikan PAUD di Madura, sepertinya, sedang dibentuk dari praktik baik yang disemai di Sumenep.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *