KPU Buka Suara Soal Ancaman Bunuh Caleg Petahana DPR RI ke Petugas PPK Lenteng Sumenep

Terbit: 2 Maret 2024 | 19:49 WIB

Maduraexpose.com– Seorang pria Berkaus merah dengan bawahan sarung berada di dalam Kantor Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Lenteng, Kabupaten Sumenep tampak sedang memarahi sejumlah pria dengan posisi berdiri.

Penampakan pria bersarung itu viral dalam rekaman video yang beredar luas dikalangan masyarakat. Informasi yang beredar dikalangan wartawan menyebutkan, pria berbaju merah yang tengah memarahi PPK Kecamatan Lenteng tersebut sangat mirip dengan Slamet Riyadi Anggota DRR RI dari Fraksi PAN yang saat ini maju kembali menjadi Caleg (incumbenr) DPR RI dari partai yang sama.

Dalam tayangan video tampak jelas pria itu mengamuk hingga menebar ancaman bunuh sambil menuding kearah PPK yang terlihat panik.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Caleg yang diduga sangat mirip dengan Slamet Riyadi dalam video tersebut, mendatangi PPK Lenteng bersama sejumlah orang, kemudian mengamuk dan mengancam PPK Lenteng karena diduga para PPK melakukan penggelembungan suara.

Video berdurasi 57 detik yang beredar di media sosial tersebut, pria yang mirip Slamet Riyadi datang dengan menggunakan sarung dan kaus merah. Di depan sejumlah PPK Lenteng, ia langsung marah-marah menggunakan bahasa Madura.

“Soro kaloar mun lakek soro kaloar, soro kaloar yeh. Mun tak mateh jek nyamaa’agi salamet cong ye mun alapola rea, jek alapola be’en kek lakek soro kaloar kabbi (suruh keluar kalau laki-laki, suruh keluar ya jangan macam-macam, kalian laki-laki suruh keluar semua, kalau tidak mati bukan selamet ya kalau macam-macam),” kata pria yang sangat mirip dengan Slamet Riyadi Caleg PAN DPR RI dalam tayangan video tersebut.

“Jangan seperti ini, pleno sudah ditok sudah diputuskan sekian, kok main. Ini pidana sudah, ini sudah pidana, mana otak kalian sebagai PPK digaji oleh negara juga,” imbuhnya dilansir awak media.

Amatan dalam video tersebut, pria berkaus merah itu lantas meninggalkan ruangan diikuti sejumlah orang, beberapa saat setelah mengamuk di depan panitia PPK Lenteng.
Menanggapi insiden tidak menyenangkan tersebut, Komisioner KPU Sumenep Rofiqi Tanzil kepada wartawan menjelaskan, aksi kedatangan caleg yang diduga mengancam PPPK Lenteng itu terjadi pada Jumat (1/3) petang setelah adzan maghrib. Kedatangan Caleg PAN DPR RI itu berkaitan dengan dugaan penggelembungan suara yang meruigikan pihaknya.

Menurut Tanzil, dugaan penggelembungan suara seperti yang disampaikan caleg PAN DPR RI tersebut terjadi di internal partai. Ada (pria mirip) caleg DPR RI dari partai yang sama, diduga suaranya mengalami penggelembungan hingga membuat pria dalam video tersebut meminta untuk dilakukan pengecekan ulang.

“Dugaan penggelembungan kan kemarin yang sempat beredar itu dan itu terjadi di internal partai, tidak dengan partai lain, hanya saja saksi di PPK Lenteng itu semua saksi sudah menandatangani, informasinya seperti itu (dia incumbent DPR RI),” kata Rafiqi Tanzil kepada kepada wartawan di Sumenep, Sabtu 2 Maret 2024.

Mantan Reporter Karimata FM Pamekasan ini menambahkan, pihaknya telah menerima laporana terkait rekapitulasi suara tingkat kecamatan.

“Kemarin kita mendapatkan laporan dari teman-teman PPK Kecamatan Lenteng setelah penandatanganan hasil (rekapitulasi suara) kecamatan itu tiba-tiba ada beberapa orang yang mengaku keberatan dengan hasil perolehan di salah satu partai politik di internal partai. Tapi itu sudah pasca penandatanganan D hasil, jadi teman-teman diminta untuk mengembalikan, mengembalikan ke mana?Kemudian teman-teman bingung karena itu di internal partai,” imbuh Tanzil lebih rinci.

Pihaknya juga mengaku adanya laporan terkait dengan adanya nada ancaman pembunuhan yang menyasara kepada panitia dari oknum caleg tersebut. Namun, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan langkah-langkah dengan PPK Lenteng untuk menyikapi ancaman tersebut.

“Sesuai dengan video yang beredar itu ada pengancaman ke teman-teman PPK, biasa kan karena hari ini rekapitulasi di tingkat kabupaten ini sudah berlangsung dan barangkali ada calon yang merasa dirugikan ya enggak apa-apa, nanti kita sinkronkan di tingkat kabupaten, ini untuk hal-hal yang barangkali ada dugaan seperti itu,” tutup Tanzil kepada wartawan. [rhn/dtk/fer]

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *