Carok Ganding, Ini Lokasi Korban dicincang dengan Sajam

Terbit: 15 Maret 2015 | 22:41 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com-Duel maut kakak beradik MTL (40) dan GFR (30) warga Desa Larangan, Kecamatan Ganding, Sumenep sempat menjadi tontonan warga dan pengendara bermotor yang melintas di tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan komplek pertokoan terbesar di kawasan tersebut, sekitar pukul 15.30 WIB. pada Ahad sore  (15/3) .

GFR yang tidak berdaya tampak terkapar di pinggir jalan raya disaksian banyak orang dan pemilik toko. Menurut saksi mata dilokasi kejadian, meski korban sudah terkapar bersimbah darah penuh luka bacok, namun MTL masih mencincang tubuh adik kandungnya dengan pedang .

“Pada saat kejadian banyak orang berhamburan, bahkan juga ada beberapa aparat kepolisian. Tapi malah tidak ada yang berani merelai. Ada yang sempat melempari pelaku dengan kayu”, ujar sumber MaduraExpose.com sambil mewanti-wanti agar namanya disembunyikan.

Ditengah ketegangan dan teriak orang-orang yang minta tolong supaya aksi pelaku dihentikan, beruntung ada aparat TNI yang diduga anggota Koramil Ganding datang ke lokasi dan langsung menghentikan aksi pembacokan yang dilancarakan MTL terhadap adik kandungnya.

“Ya beruntung ada tentara itu Mas. Yang lainna nggak ada yang berani. Akhirnya korban digotong warga dan dilarikan supaya menjauh dari kakak kandungnya yang seperti ke setanan”, imbuh sumber MaduraExpose yang sangat terpercaya ini.

Sumber berita sebelumnya menyebutkan korban tewas di lokasi, namun beberapa sumber dari kerabat dekat korban, mengatakan belum ada kepastian.

“Saya berharap korban bisa tertolong”, timpal salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Ganding  yang juga meminta identitasnya disembunyikan.

Sementara pelaku, yakni MTL sudah diamankan oleh aparat kepolisian setempat.

Informasi yang dihimpun MaduraExpose.com menyebutkan, jika pelaku masih tercatat sebagai Ketua PAC (tanfidz) PKB Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

MTL sendiri merupakan tiga bersaudara dengan dua adik, yakni GFR dan paling sulung seorang perempuan.  Motif terjadinya carok bersaudara tersebut masih belum terpecahkan.

 

(mex/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *