Tragedi Kemanusiaan di Sumenep: Puluhan Anak Jadi Korban Wabah Campak, Siapa Bertanggung Jawab?

Terbit: 27 Agustus 2025 | 20:30 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Tragedi kemanusiaan tengah terjadi di Sumenep, Jawa Timur.

Kabupaten ini menjadi pusat wabah campak terparah se-Indonesia, mencatat angka kasus suspek tertinggi dan 17 kematian, mayoritas pada balita. Situasi ini memunculkan pertanyaan kritis: mengapa ini bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab?

 

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fakta mengerikan. Hingga pekan ke-33 tahun 2025, Sumenep menduduki peringkat teratas KLB campak dengan 2.139 kasus suspek. Angka ini jauh melampaui daerah lain dan menunjukkan betapa ganasnya penyakit yang penularannya bahkan lebih cepat dari COVID-19 ini.

 

 

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, dan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, sama-sama menunjuk satu biang keladi: rendahnya cakupan imunisasi.

 

 

Wamenkes Dante menjelaskan bahwa banyak orang tua menolak vaksinasi dengan alasan agama atau takut efek samping, padahal vaksin campak telah teruji aman dan efektif. Kelalaian ini berujung pada hilangnya nyawa anak-anak yang seharusnya bisa diselamatkan.

 

 

“Vaksinasi-vaksinasi yang kami berikan ke masyarakat itu, sudah dikaji secara empiris dalam waktu lama sehingga aman untuk diberikan ke anak,” tegas Dante.

 

 

Di tengah duka yang mendalam, publik menuntut jawaban. Mengapa edukasi dan sosialisasi imunisasi gagal mencapai masyarakat? Di mana peran pemerintah daerah dan petugas kesehatan dalam memastikan setiap anak terlindungi? Tragedi di Sumenep ini bukan hanya masalah kesehatan, melainkan cerminan kegagalan sistem yang merenggut nyawa tak berdosa.

HotExpose:  Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *