Kadis PU Bina Marga Bungkam Soal Proyek Jalan Rp 13 Miliar, Ketua YLBH Madura Geram!

Terbit: 30 Desember 2023 | 21:39 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Tak seperti biasanya sikap Eri Susanto tiba-tiba ‘cuek’ dikonfirmasi Wartawan terkait Proyek jalan senilai Rp 13 Miliar lebih di kawsan Perum Bumi Sumekar, Desa Kolor , Kabupaten Sumenep.

Upaya konfirmasi di kantornya pada Jum’at kemarin juga tak membuahkan hasil karena Eri Susanto sedang tak di tempatnya berdinas, yakni Kantor Dinas PU Bina Marga Sumenep.

Sikap Kepala Dinas PU Bina Marga Eri Susanto ini membuat berang Ketua YLBH Madura, Kurniadi,SH. Dirinya menyesalkan sikap acuh tak acuh bahkan tidak peduli yang ditampakkan oleh seorang kepala dinas terhadap wartawan yang tengah membutuhkan keterangan resmi atau konfirmasi.

“Saya sangat menyayangkan tidak respeknya Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep itu, harusnya Pak Eri Susanto itu punya malulah kalau mau cuekin wartawan. Pejabat itu digaji dari rakyat loh. Wartawan itu butuh keterangan yang dibutuhkan oleh rakyat.

Setidaknya, sebagai bawahan dia itu menghargai Pimpinannya Bupati Sumenep yang selalu mendengungkan jargon Bismillah Melayani. Senin kita tindak lanjuti ke Kantor Pemkab,” demikian Kurniadi,SH, Pengacara kondang yang dijuluki Si Raja Hantu ini kepada Maduraexpose.com, Sabtu malam.

Diketahui, proyek pelebaran jalan yang bersumer dari Kementrian PUPR tengah menyita perhatian kelompok elit di Sumenep. Pasalnya, belum lama ini sempat terjadi ketegangan dan aksi saling kalim antara pihak pengembang perumahan Bumi Sumekar Desa Kolor dengan Pihak Pemkab.

Ketegangan itu terkait dengan status lahan apakah tanggung jawab pengembang ataukah pemkab Sumenep, Ketegangan itu mencuat saat terjadi kerusakan parah disepanjang jalan perumahan tersebut.

Manager PT DPK berinsial F yang mengerjakan pelebaran jalan sekaligus drainase sepanjang 1,7 KM itu mengatakan, deadline pengerjaan proyek dipastikan tuntas hari ini, Sabtu 30 Desember 2023.

Pengaspalan dan drainase dilakukan dari pintu masuk lingkar timur kearah barat hingga tembus Tajamara atau bekas Terminal Lama, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Moh Ardika, seorang seorang pekerja berpakaian rompi merah ditanya wartawan dilokasi pengaspalan disepanjang Jl. Adirasa Sumenep justru mengaku hanya bekerja dan tidak tahu saat ditanya mengenai detail pekerjaan tersebut.

“Kalau anggarannya Rp 13 miliar lebih pak, selebihnya saya tidak tahu,” jawabnya dengan wajah gugup. [tim/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *