Grand Opening Stasiun Sosial Asoka, Era Baru Peradaban Umat dan Santri Raudlatul Iman

Terbit: 24 April 2022 | 22:35 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Grand Opening Stasiun Sosial Asoka dan Penutupan Pondok Ramadhan Pesantren Raudlatul Iman menyedot perhatian masyarakat Desa Gadu Barat yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini memang tak seperti pada acara Pondok Ramadhan ditahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di Halaman Madrasah Pondok Pesantren Raudlatul Iman di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ahad 24 April 2022.

Khusus Ramadhan tahun ini, kegiatan ditempatkan di Stasiun Sosial Asoka, sekitar 500 meter kearah barat Kompleks Ponpes Raudlatul Iman.

Stasiun Sosial Asoka ini dibangun dengan konsep bangunan yang menyerupai stasiun dengan struktur bangunan memanjang kesamping. Tempat ini sejatinya akan dibangun tempat edukasi dan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Asoka, Asri Songai Kotak mengetuk kesadaran kolektif untuk mencintai lingkungan. Songai Kotak merupakan sungai keramat yang dipagari besi sejak puluhan tahun silam,” demikian KH.R. Sahli Hamid,MPd.I dalam sambutannya sebagai Mudir Maktuba Al-Hamidiyah dan Pengguntingan pita Grand Opening Stasiun Sosial Asoka, Ahad Malam.

Kiai Sahli menargetkan, hadirnya ASOKA menjadi pembuka pintu peradaban masyarakat yang mampu menberikan banyak manfaat bagi umat Islam.

“Nantinya kita kembangkan ASOKA menjadi membangun pemberdayaan, membuka peluang bisnis, bazar pendidikan, perpustakaan. Dan ini menjadi Ghiroh peradaban Raudlatul Iman. Menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas,” imbuhnya

Kiai yang juga penyair ini mengajak napak tilas para sesepuh pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Iman, yakni Kiai Ibrahim atau yang dikenal dengan sebutan Kiai Moljah yang asta makamnya di Asta Bujuk Ambangan.

“KH.Ibrahim alias Kiai Muljah boleh tiada, tapi nilai-nilai perjuangan beliau tetap tumbuh subur dan lebih besar hingga akhir zaman,” ujarnya menambahkan.

Asoka bisa dimanfaatkan masyarakat luas maupun santri dan kita semua untuk kebaikan dan peradaban,” imbuhnya lagi.

Beliau juga menyampaikan pesan kepada para santri dan undangan ,agar ketika menjadi manusia sukses atau secara strata sosial lebih tinggi dari orang lain, agar jangan sampai sombong dan merendahkan orang lain.

“Yang berprestasi jangan menjadi “benda mati”, harus bisa memberi manfaat kepada lingkungan. Jangan sombong jangan merasa lebih tinggi derajatnya dari yang lain.,” tutup Kiai Sahli Hamid. (Ferry Arbania)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *