Lagi, Pembunuh4n Sad*s Terjadi di Ambunten Sumenep

Terbit: 26 Maret 2022 | 22:05 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Kematian warga Sumenep mengundang banyak spekulasi warga, mengingat pelaku diduga mengenali korban berdasarkan kronologis yang berkembang, dimana sebelum melakukan pembcaokan, pelaku terlebih dahulu memanggil nama korban.

Seperti diketahui, Subairi (35), pria bernasib tragis karena dibacok secara sadis oleh dua orang pria disaksikan oleh istri korban. Korban diketahui sebagai warga Dusun Bajung Barat, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, menjadi korban pembacokan dua orang tak dikenal hingga tewas. Dua pelaku mengenali korban. Peristiwa tragis itu terjadi sekira Pukul 09.00 wib pada Kamis 24 Maret 2022.

Sebelum pembacokan terjadi, korban bersama istrinya baru pulang dari pasar hendak dan langsung menuju sebuah salon untuk potong rambut di Simpang 3 Dusun Pandan Desa Ambunten Tengah.

Sesampai depan salon, istri korban turun sedangkan Subairi menuju tempat parkir sepeda motor yang dibawanya.

Saat itulah datang dua laki-laki dengan mengendarai sepeda motor. Salah satu dari pria itu menghampiri korban dan memanggilnya dengan kata “Ri” dan dijawab oleh korban,“apa kak” dan korban sempat menjulurkan tangan untuk bersalaman kemudian pelaku berkata kembali “bekna la nyala ka bininah oreng (kamu mengganggu istrinya orang), sambil mengeluarkan sebilah celurit lalu membacok korban.

Sementara istri korban berteriak minta tolong dan sempat bertanya kepada korban “sengkok minta sapora, bekna andik sala apah” (saya minta maaf, kamu punya salah apa)”. Subairi tidak menjawab pertanyaan istrinya. Korban malah meminta istrinya supaya dibawa (kerumah sakit atau Puskesmas).

“engkok gibe, engkok tak koat” ( saya bawa, saya tidak kuat),” ujar korban kepada istrinya seperti disampaikan Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti.
.
Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Ambunten dan meninggal dunia dengan sejumlah luka bacok ditubuh korban.
“Luka robek di bagian perut sebelah kiri, luka robek di telapak sebelah kiri dan luka robek di pinggang sebelah kiri.” Imbuh AKP Widiarti.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah helm warna putih dengan stiker gambar bunga yang diduga milik pelaku.
Barang bukti lain yang sudah diamankan berupa sepasang sandal kulit warna hitam merk carviel diduga milik pelaku, dan sepasang sandal warna kuning kombinasi hitam milik korban.

Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, Pembunuhan sadis juga terjadi di wilayah hukum Ambunten. Korbannya adalah salah satu warga Dusun Wakduwek, Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Latar belakang pembunuhan terhadap seorang pemuda inisial MD alias Mulyadi (37), warga Dusun Wakduwak, Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten.

Namun dari keterangan kepolisian saat itu, korban MD telah berdomisili ke Dusun Tajjan, Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk beberapa tahun lalu. Disana, ia sudah berkeluarga alias sudah memiliki seorang istri.

Informasi yang bersumber dari Humas Polres Sumenep, motiv pembunuhan diduga kuta persoalan asmara terlarang. Korban ditemukan tewas pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB dengan tubuh bersimbah darah di depan teras rumah tanah kelahirannya Dusun Wakduwak, Desa Belluk Raja, Kecamatan Ambunten pada Rabu 1 Desember 21 silam.

Adapaun pelaku seperti diterangkan Humas Polres dalam rilisnya, mereka adalah Haris (40),Mioddin (60) dan Halili (30). Semua pelaku masih satu kampong dengan korban.

Sumber: Madura Expose
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *