Pasca Penembakan Warga Gadu Timur, “Bupati Gadungan” Resahkan Masyarakat Sumenep

Terbit: 20 Maret 2022 | 13:15 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Pasca meninggalnya Herman (24) Warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding usai ditembaki sekelompok polisi berbaju preman, tiba-tiba muncul Bupati Gadungan main tipu-tipu dengan modus donasi pembangunan masjid dan panti asuhan Anak Yatim.

Tak tanggung-tanggung, Bupati gadungan itu menipu korbannya dengan menggunakan pesan WhatsApp dengan gambar profil Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH.
Istilah Bupati Gadungan ini digunakan untuk menggambarkan aksi tipu-tipu pelaku yang mencatut nama Bupati Sumenep.

Modus penipuan yang mengatasnamakan Bupati Sumenep itu mula-mula meghubungi korbannya dengan mengatasnamakan Bupati dan sedang ingin menyalurkan donasi untuk pembangunan masjid . Berikut percakapan yang pelaku yang menyebar versi tangkapan layar.

Terkait dengan adanya penipuan berkedok bantuan masjid dan Anak yatim yang terjadi di wilayah hokum Sumenep, Bupati Fauzi berharap agar masyarakat lebih hati-hati dan tidak percaya begitu saja jika ada warga yang mengatasnamakan Bupati Sumenep.

“Penipuan dengan modus seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Dan kini terulang lagi. Padahal kami sudah wanti-wanti agar masyarakat tidak percaya begitu saja terhadap tindakan orang yang tak bertangung jawab,” himbau Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH.

Untuk diingat, Sebelum heboh adanya pencatutan nama bupati oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab berupa penipuan tersebut, Kabupaten Sumenep dihebohkan dengan adanya penembakan oleh sekelompok anggota polisi terhadap warga hingga menyebabkan Herman (24) Warga Desa Gadu Timur meregang nyawa saat hendak dilarikan kerumah sakit. [dbs/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *