Prof Koentjoro: Netizen Indonesia Mudah Disulut Emosinya

Terbit: 20 Februari 2022 | 22:02 WIB

Maduraexpose.com- Perilaku netizen Indonesia beberapa kali mendapat sorotan. Kompaknya warganet dalam menyerang hal-hal yang dianggap salah menjadi catatan miring interaksi mereka di dunia maya.

Hal ini diperkuat dengan hasil riset Microsoft yang dirilis 2020 lalu, menempatkan netizen Indonesia berada di peringkat ketiga terbawah dari 32 negara yang disurvei. Bahkan di Asia Tenggara, netizen Indonesia berada dalam peringkat teratas ketidaksopanan.

Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof Koentjoro mengungkapkan, ada pemahaman yang salah dalam memaknai kebebasan. Tidak hanya di dunia maya, perilaku masyarakat Indonesia belakangan melupakan budaya tepo seliro.

“Kalau saya dicubit sakit, ya jangan mencubit. Jangan menyinggung, kita menahan diri gitu lho,” ujarnya dalam wawancara dengan merdeka.com, 8 Februari lalu.

“Oleh banyak kalangan, kebebasan ya kebebasan. Bebas yang sebebas-bebasnya, padahal tidak. Ketika Kemerdekaan adalah hak setiap manusia itu kita setuju bahwa kebebasan adalah hak setiap manusia, itu kita setuju. Tetapi di dalam kebebasan, di dalam kemerdekaan itu terkandung hak orang lain,” kata Koentjoro.

Berikut wawancara lengkap reporter merdeka.com M Genantan Saputra dengan Prof Koentjoro:

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *