JCW: Uang Proyek Dibawa Kabur Itu Rekayasa?

Terbit: 6 Januari 2015 | 02:39 WIB

Proyek RSUD sumenep 2014
Proyek RSUD sumenep 2014
Sumenep,MaduraExpose.com- Aktivis LSM Jatim Coruption Watch (JCW) Sumenep menduga uang yang dibawa kabur Dani dan Jati cs hanyalah rekayasa dengan pihak tertentu yang berkepentingan dengan pengerjaan proyek fisik RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Kecurigaan Dayat tersebut, karena pada saat adanya pengejaran terhadap Jati, Dani dan dua admin perempuan dari pihak perusahaan tidak melapor terlebih dulu ke pihak Polres Sumenep tentang adanya tindak pidana pencurian uang.

“Kalau memang benar Jati dan Dani Cs benar-benar membawa kabur uang proyek sebesar Rp 400 juta, kok tidak lapor polisi? Ini sangat tidak rasional. Saya menduga ini pasti ada rekayasa untuk mengalihkan isu”, ujar Slammet Hidayat, aktivis LSM JCW saat berbincang dengan MaduraExpose.com, Selasa (6/1/2015).

Dayat menilai, selama ini, pengerjaan proyek fisik di RSUD H.Moh.Anwar Sumenep sejak awal tidak pernah ada papan nama. Bahkan sejumlah media sering kesulitan melakukan konfirmasi baik kepada pihak penanggung jawab dari PT. Anugerah Aloka maupun ke pihak Direktur RSUD, dr Fitril Akbar.

“Sejak awal saya sudah curiga, adanya sekolpok tertentu yang menjadi aktor dibalik ‘sandiwara’ modus uang proyek dibawa kabur. Dari awal saja nggak berani pasang papan nama. Dan Direktur RSUD juga makin sulit dihubungi baik lewat telpon maupun saat didatangi keruang kerjanya”, imbuh Dayat menegaskan.

Dugaan rekayasa yang dilakukan oleh para oknum pejabat, yang selama pelaksanaan proyek bertugas sebagai “pengkoordinir “pelaksana proyek RSUD Moh Anwar Sumenep itu dipastikan memeiliki tujuan terselubung.

“Tujuannya satu, agar pengerjaan proyek tidak disoroti aktivis LSM dan media massa tidak menulis dengan leluasa. Itu pasti sudah ada yang mengkoordinirnya. Termasuk dugaan rekayasa uang dibawa kabur pelaksana proyek”, tandasnya lagi.

Dayat mengaku bisa sudah mengantongi sejumlah nama oknum pejabat yang diduga menjadi backing proyek RSUD Moh. Anwar.

“Oknum pejabat ini dibantu oknum wartawan dan beberapa oknum LSM. jangan tanya saya siapa saja mereka. Kalau memang bukan komplotan para aktor intelektual itu, mari kita investigasi bersama”, tantang Dayat sambil menikmati makanan malam bersama tim redaksi MaduraExpose.com.

(Im/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *