Hersubeno Arief: Terlalu Mahal Jatah Menteri Gerindra Diberikan Untuk PAN

Terbit: 3 Desember 2020 | 17:59 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com- Partai Amanat Nasional menjadi salah satu yang turut dikaitkan sebagai parpol pengisi kursi Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditinggalkan Edhy Prabowo pasca terjaring OTT KPK.

Namun demikian, kans itu diragukan wartawan senior Hersubeno Arief meski partai pimpinan Zukifli Hasan tersebut kerap mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi-Maruf.

“Sikap PAN belum terlihat secara resmi masuk pemerintahan, tapi mereka mencoba merapat ke pemerintahan, iya,” kata Hersubeno dalam acara Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk ‘Kemesraan Prabowo-Jokowi Segera Berlalu?’ yang digagas Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/12).

Kans tersebut juga sulit didapat PAN karena saat ini Gerindra masuk sebagai partai ketiga terbesar di Indonesia yang memiliki banyak suara. Terlebih ada kepentingan untuk Pilpres 2024, di mana jumlah kursi parpol sangat penting bagi pemerintahan mendatang.

“Apakah momentum ini (penangkapan Edhy) akan digunakan Jokowi mengakomodasi PAN ke dalam pemerintahan? Menurut saya tidak, artinya terlalu mahal dong kursi diberikan kepada PAN dan mengurangi jatah Gerindra,” tegasnya.

“Jika diberikan ke PAN, saya pikir Gerindra akan berpikir ulang (bertahan di pemerntahan),” demikian Hersubeno. (RMOL)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *