Sekjen PBNU Sarankan POP Kemendikbud Dibatalkan Dan Ditata Ulang

Terbit: 29 Juli 2020 | 22:26 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyarankan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar dibatalkan dan ditata ulang.

Begitu disampaikan Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dalam cuitan akun Twitter pribadinya @Helmy_Faishal_Z, pada Rabu (29/7). “Tentang POP (program organisasi penggerak), sebaiknya dibatalkan untuk kemudian ditata ulang,” ujar Helmy.

Sebelumnya dua ormas Islam terbesar dan bersejarah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah secara tegas menyatakan mundur dari POP Kemendikbud. Alasannya program tersebut dinilai tidak jelas.

Helmy menjelaskan, ormas NU telah berdiri jauh sebelum Indonesia lahir yang sedianya telah banyak berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan di tanah air. “Upaya pencerdasan kehidupan masyarakat telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama jauh sebelum republik berdiri, dengan swadaya dan kemandirian yang tumbuh dari kalangan kiai dan santri,” demikian Helmy Faishal Zaini.

RMOL[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *