Mengenal “Kampung Madura” di Tulungagung

Terbit: 18 Juli 2020 | 02:40 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM- Kampung Madura atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Blok-M’, adalah perkampungan tradisional yang beralamat di Jalan MT Haryono 5, RT 3 RW 3, Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung. Menelisik di kampung tersebut, ada sekitar 35 kepala keluarga (KK) dan mayoritas penghuni bekerja sebagai penjual soto dan rujak cingur khas Madura.

Salah satu penghuni kampung Madura, Munakib (55), mengaku sudah 25 tahun tinggal dan hidup di Kelurahan Bago.

“Saya asli dari Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Tanah Merah, Madura. Pendidikan saya hanya tamatan sekolah dasar (SD), disini saya berusaha membantu saudara berjualan soto. alasan tinggal di Tulungagung karena di Madura secara ekonomi tidak mendukung, saya memutuskan untuk ikut saudara lainnya ke Tulungagung, Alhamdulilah bisa merubah nasib, usaha berjualan soto lancar. Dari bujang sampai berumah tangga dan sudah dikaruniai anak dan cucu, saya tetap bertahan berjualan Soto Babat Madura ‘Cak Munakib’,” jelasnya.

Di kampung Blok-M, kebanyakan laki-lakinya semua berjualan soto, dan permpuan (istri) juga mayoritas berjualan rujak, ada yang keliling juga ada yang memiliki tempat untuk berjualan.

“Awalnya saya pagi narik becak, sorenya jualan soto dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, sekarang hanya jualan soto saja. Alhamdulilah dari berjualan soto sudah bisa beli rumah. Teman teman sesama penjual juga banyak yang masih ngontrak. Dibantu istri mengolah masakan soto dan lepet, saya yang jualan keliling dan mangkal di pos Pasar Pring (Bambu) Kelurahan Bago, engko nyareh rezekeh teng Tulungagung Alhamdulilah lancar (bahasa Madura),” papar Munakib.

Ada yang menonjol dari warga Madura adalah logat bicaranya, dan masyarakat Madura di kenal hemat, disiplin dan rajin bekerja keras. Selain itu adalah harga diri yang paling penting dalam kehidupan masyarakat Madura. Jika kita memasuki gang Madura yang terlihat kiri dan kanan hanyalah rumah-rumah sederhana dengan beberapa rombong di depan rumahnya. Masing-masing orang memiliki jam atau waktu untuk berjualan soto, Inilah kesuksesan warga Madura di Tulungagung.

Kepala Kelurahan Bago, melalui staf kelurahan, Esty Narutami menjelaskan, bahwa di kampung Madura ini dari sekian kepala keluarga merupakan asli orang Madura, dan mereka mayoritas sudah mengurus perpindahan di kelurahan Bago.

“Soal administratif tidak ada maslah, pajak mereka selalu tertib, tiap ada kegiatan kelurahan maupun lingkungan mereka kompak saling membantu. Karena saya yang sering turun ke kampung Madura untuk mendata dan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah kelurahan,” tutur Esty Narutami. (Gusty Indh)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *