Dilaporkan Kapitra, SBY Malah Balik Nantang, “Kami Tunggu Polisi”

Terbit: 17 Desember 2018 | 21:05 WIB

Politisi PDIP Kapitra Ampera akan melaporkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Polda Riau. Laporan itu terkait tudingan yang menyebutkan bila kader PDIP adalah dalang dalam perusakan atribut Demokrat di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Menanggapi pernyataan Kapitra tersebut, SBY menegaskan bahwa ia tak pernah menuding partai politik manapun. Ia hanya menyebutkan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat dan sudah mengetahui dalang di baliknya.

“Silakan (laporkan ke polisi). Saya tadi malam juga mendengar. Ingat, saya tidak pernah menuduh PDIP di balik apa yang dilakukan kemarin (perusakan atribut Demokrat). Tidak pernah,” tegas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut usai sarapan di salah satu kedai kopi ternama di Pekanbaru, Minggu pagi (16/12).

Partai Demokrat memang memiliki bukti kuat terkait perusakan tersebut. Bukti itu diyakini bisa membuka jalan bagi pihak kepolisian untuk menemukan dalang perusakan atribut Demokrat.

“Insya Allah akan membuka jalan bagi kepolisian untuk membuka siapa-siapa di belakang aksi perusakan itu,” sebutnya.

SBY juga menantang pihak kepolisian apakah bisa menuntaskan kasus perusakan ini.

“Justru sekarang, saya partai Demokrat sungguh berharap kepolisian bisa menangani secara serius dan tuntas. Rakyat menunggu, kami menunggu,” imbuhnya.

Di masa kepemimpinannya selama 2 periode, SBY menilai kepolisian hebat dalam penuntasan perkara. Banyak perkara hukum yang diselesaikan dengan cepat, tepat dan tuntas.

“Kali ini rakyat menunggu, saya menunggu apakah bisa dilakukan lagi. Silakan. Saya ingin juga kebenaran juga segera terwujud untuk keadilan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapitra berencana akan melaporkan SBY ke Polda Riau atas dugaan pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap partai PDI-P, Minggu (16/12). Kapitra menyebut bahwa SBY menuding PDIP yang telah merusaknya. Padahal pihak kepolisian belum memastikan hal itu.

Sementara itu, SBY dan Presiden Joko Widodo diketahui bertandang ke Pekanbaru pada hari yang sama, Jumat (14/12). Hanya saja mereka tak bertemu. Kemudian berlanjut hari Sabtu (15/12), SBY mendapatkan laporan dari anggotanya bahwa atribut partai Demokrat berupa bendera, baliho dan ucapan selamat datang yang ditujukan kepada SBY dan Ani Yudhoyono dirusak, disobek, dan dibuang ke dalam parit.

Dari insiden perusakan ini, seorang pria berinisial HS yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan oleh Polresta Pekanbaru. Dalam video penangkapan HS yang direkam pihak Demokrat dan telah beredar di sosial media, HS mengaku telah disuruh oleh seseorang dari PDIP. Kapitra lantas meradang. Pada Sabtu malam (15/12), ia menyatakan akan melaporkan SBY ke Polda Riau.

SUMBER:NUSANEWS.ID

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *