Menilik Pelaksanaan Ujian Akhir Semester Ganjil di MA Nurul Islam

Terbit: 7 Desember 2018 | 03:02 WIB

Madura Expose. Dengan penuh semangat dan kekompakan, Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam ,Karang Cemapak, Bluto Sumenep menggelar ujian akhir semester (UAS) ganjil dengan penuh antusias.

Kegiatan ini merupakan yang pertama dilakukan dan sebagai upaya untuk melakukan kondisi mencegah peserta didik untuk berkomunikasi dengan perkembangan tekhnologi.

Waka Kurikulum, Arie Bastian, S.Pd menuturkan, kegiatan ini merupakan program unggulan di MA NURIS Karang Cempaka.

” Tujuannya adalah mencegah terjadinya saling contek-mencontek antar siswa, sehingga sikap jujur akan terbangun dalam mengerjakan soal ujian”, ujarnya kepada media ini.

Arie menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan persiapan untuk peserta didik kelas akhir atau kelas 3 yang nantinya akan dihadapkan dengan ujian yang berbasis komputer.

” Kalau persiapannya sudah matang,insya Allah saat ujian,siswa tidak terkejut lagi”.pungkasnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi positif dari Waka. Kesiswaan, yakni M. Ubaidillah, SE. Beliau berharap kegiatan ini akan membentuk sikap siswa atau santri yang jujur, dan tanggung jawab terhadap dunia pendidikan.

“Karena kredibilitas peserta didik akan diuji,” tuturnya.

Rupanya apresiasi positif tak hanya dari kalangan Madrasah Aliyah Nurul Islam yang begitu sangat apresiatif terhadap penyelenggaraan ujian berbasis komputer ini. Bahkan, dari jajaran Dewan Guru juga sangat mendukung dan membantu dalam kegiatan ini. Karena juga menbantu guru untuk tidak bersikap gaptek terhadap tekhnologi.

Salah satu siswa yang dihubungi media ini, Fita Sari mengaku kegiatan ini sangat PAS.

” Kegiatan PAS BERBASIS KOMPUTER ini sangat membantu saya dalam hal belajar. Karena saya sangat termotivasi dalam ujian kali ini. Hasil ujian sangat murni dari siswa atau santri itu sendiri dan mengurangi tingkat kecurangan dalam mengerjakan soal”, ungkapnya dengan wajah berseri.

Sementara Kepala Madrasah Aliyah Nurul Islam ketika dijumpai di kediamannya menuturkan belum bisa memberikan komentar banyak karena dalam kondisi sakit. Pihaknya hanya menyampaikan doa untuk kelancaran siswa.

” Semoga ujian berbasis komputer ini bermanfaat dan membantu siswa untuk bersikap jujur.” harapnya.

Kontributor: Aristo Sadewa
Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *