Pemerataan Raskin di Kecamatan Pragaan Meresahkan

Terbit: 12 September 2017 | 19:28 WIB

Reporter: Ahmadi Madi
MADURAEXPOSE.COM–Sejak beberapa tahun belakangan, distribusi raskin atau sekarang diganti dengan nama rastra mulai dirasakan tidak menguntungkan masyarakat miskin.

Salah satu pemerataan raskin yang sempat tertangkap kamera wartawan,justru di Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Beberapa petugas rastra (raskin) yang kepergok wartawan MaduraExpose.com saat membedah karung beras tersebut malah tidak menampik jika pemerataan yang diduga melanggar aturan tersebut tetap dijalankan.

Sumber berita yang dihimpun Reporter MaduraExpose.com dilokasi pembagian raskin mencatat, masing -masing warga disalah satu desa di Kecamatan Pragaan itu membagikan beras ke sejumlah orang dengan jatah hanya lima kilo dari jatah asli sebesar 15 kg.

“Kami terima jatah 5 kilo dengan uang tebusan Rp 9000”, terang sejumlah warga yang berhasil dikonfirmasi Maduraexpose.com kemarin sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara beberapa petugas yang berjaga dan ikut mendistribusikan raskin atau rastra tersebut membenarkan jika pemerataan ada termasuk besaran uang tebusan tersebut.

Munculnya prokontra pemerataan jatah rastra dikecamatan Pragaan tersebut, mendapat reaksi keras dari Ketua Gerakan Pemuda Sumenep (GPS) Ahmad Zainullah.

Pihaknya juga mengaku menerima keluhan dari kalangan pemuda terkait pemerataan raskin yang cenderung merugikan warga penerima manfaat yang sudah tercatat karena jatahnya dikurangi secara sepihak.

“Kami ikut prihatin dengan adanya dugaan pemotongan jatah raskin dengan modus pemerataan. kami sarankan, warga yang masuk DPM supaya menyeret kasus ini ke ranah hukum,” pungkasnya.

(amd/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *