Ex Ketua PMII: KPK Tak “Bernyali” Ungkap Korupsi di Sumenep

Terbit: 5 September 2017 | 14:17 WIB

MADURAEXPOSE.COM-Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Sumenep, Imam Syafii menpertanyakan keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap deretan kasus dugaan korupsi miliaran di Kabupaten Sumenep.

Imam malah menantang pihak KPK untuk menunjukkan segebuk kasus dugaan korupsi yang kerap dilaporkan pihak aktivis. beberapa kasus diantaranya, lanjut Imam, kasus raskin,migas,deposito dan seabrek kasus lainnya.

“Sampai hari ini KPK tak punya nyali untuk benar-benar serius mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sumenep,ungkap Imam Syafii kepada MaduraExpose.com, Selasa 5 September 2017.

Jika KPK serius,lanjut Imam,pihaknya siap membeberkan rangkaian kasus yang jelas mengarah kepada tindak pidana korupsi.

“Ada mega proyek dan pungli yang diduga terjadi secara siatematis dan selama ini tak tersentuh.Kami berharap KPK tidak tutup mata dan kami siap beberkan semua”, tandasnya.

Imam membeberkan, selain kasus yang sudah mencuat namun belum tersentuh KPK, Imam menengarai banyak kasus lainnya yang ternyata mengendap dan sepertinya hendak dipeti-eskan.

“Banyak kasus di Sumenep yang menurut saya layak diberantas oleh KPK. termasuk banyak kasus lain yang masih mengendap, ” pungkasnya.

(ika/tim/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *