Rihlah Ukhuwah Insan Kemenag Sumenep Sambut HUT RI ke-80

Terbit: 11 Agustus 2025 | 17:55 WIB

Sumenep, Madura Expose — Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep pagi itu menjelma menjadi wahana ukhuwah dan mimbar kegembiraan. Dentang takbir tawa, tepuk tangan, dan sorakan riuh terdengar bersahut-sahutan. Seluruh insan Kemenag larut dalam ghirah (semangat) menyambut syukuran 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana nan khidmat itu diawali dengan momen simbolis: pelepasan balon ke udara oleh Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid. Balon-balon warna-warni melayang tinggi, membelah langit biru, seolah menebar asa dan munajat agar ghirah kemerdekaan senantiasa bersemayam di lubuk sanubari setiap pegawai Kemenag Sumenep.

Usai prosesi tersebut, Abdul Wasid secara resmi membuka rangkaian rihlah ukhuwah (perjalanan persaudaraan) antarpegawai. Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi, memupuk solidaritas, dan menguatkan ta’awun (tolong-menolong) di tengah tugas khidmah (pelayanan) kepada umat yang kerap menyita energi.

“Momentum syukuran 80 Tahun Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya meneguhkan komitmen kebangsaan, sembari merawat persaudaraan dan kekompakan dalam menunaikan amanah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (11/08/2025).

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkuat tali persatuan di lingkungan kerja. “Di balik setiap permainan, ada hikmah tentang kebersamaan, saling percaya, dan ta’awun demi tujuan yang lebih besar,” terangnya.

Ragam musabaqah (kompetisi) yang dihadirkan terbilang sederhana namun sarat makna: estafet tiup gelas yang menguji koordinasi, bola gotong yang menuntut kerja sama, PBB mata tertutup yang melatih kepercayaan, hingga pindah gelang karet sedotan yang mengasah kelincahan.

“Meski aturan permainan ringan, musabaqah berlangsung khidmat namun selalu dihiasi tawa riang,” sambung Abdul Wasid.

Setiap sorakan menjadi pemicu semangat. Ada yang terpingkal karena aksi konyol tak terduga, ada pula yang bersorak lantang mendukung timnya hingga suara serak. Di sela-sela itu, ma’rifah (perkenalan) yang selama ini terbatas pada meja kerja kini mekar bebas di udara.

Rihlah ukhuwah ini akan berlangsung selama beberapa hari, melibatkan seluruh unit kerja di bawah naungan Kemenag Sumenep. Harapannya, selain sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi oase bagi batin dan pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya soal peringatan tahunan, tetapi juga tentang merawat persatuan dalam naungan Kemenag setiap hari.

“Semoga semangat kemerdekaan yang kita rayakan hari ini tidak berhenti pada momen seremonial, tetapi terus menjadi energi positif dalam setiap ikhtiar (usaha) dan langkah khidmah kita ke depan,” pungkas Abdul Wasid. [jnc/gim/tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *