
MADURAEXPOSE.COM–Rokok sulit didebatkan lagi bahwa ia berbahaya bagi kesehatan dan merupakan sumber dari berbagai penyakit. Oleh karena itu pemerintah sampai sekarang terus berusaha keras untuk mengontrol konsumsinya dan mengawasi untuk hal-hal berbahaya lain seperti dijualnya rokok ilegal.
Rokok yang disebut ilegal adalah rokok yang tak mencantumkan bahaya peringatan rokok dan tak memiliki pita pajak cukai.
Rokok ilegal dikatakan oleh Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Farid Moeloek, SpM(K), berpotensi untuk meningkatkan jumlah perokok pemula. Hal ini disebabkan karena rokok-rokok tersebut tak membayar cukai sehingga harganya lebih murah.
“Karena lebih murah rokok-rokok ini jadi lebih mudah terjangkau. Selain itu, rokok ilegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan Peringatan Kesehatan Bergambar sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Nila dalam acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2015).
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan tren dari rokok ilegal ini makin lama makin naik. Setidaknya kini jumlah rokok ilegal yang ada yaitu sekitar 9% dari total produksi rokok nasional seperti dikatakan oleh Ketua YLKI, Tulus Abadi.
“Jadi kalau kita memproduksi sekitar 365 miliar batang dalam satu tahun, itu 9 persennya ilegal. Kalau kita bicara cukai itu sekitar 9-10 triliun cukai hilang dari rokok ilegal per tahun,” ujar Tulus dalam acara yang sama.
Jika menemukan rokok ilegal, masyarakat diimbau untuk melaporkannya kepada pihak-pihak seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau YLKI. Karena apabila rokok ilegal diberantas, kerugian ekonomi tersebut dikatakan Nila dapat dipakai untuk usaha promotif dan preventif.
(fds/ajg/dtk)



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
