Bupati Pamekasan Pikul Air untuk Dibagikan ke Warga Desa Kekeringan

Terbit: 21 September 2014 | 04:23 WIB

Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, semakin meluas. Pada awal September, kekeringan dan kekurangan air bersih hanya melanda beberapa desa di 10 kecamatan, kini bencana serupa merata terjadi di desa seluruh kecamatan di Pamekasan.

Daerah yang paling mengalami kekeringan di antaranya Desa Bangserreh, Desa Blaban, Desa Bujur, Timur, Bujur Tengah, Bujur Barat dan Desa Pangerreman di Kecamatan Batumarmar. Di desa-desa tersebut sama sekali tidak ditemukan sumber air yang bisa dimanfaatkan warga.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii mendistribusikan langsung bantuan air ke desa yang paling gersang, Kamis (17/9/2014). Distribusi menggunakan mobil tanki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM.

Menurut Syafii, andaikan ada sumber air di daerah kekeringan, maka Pemkab akan mengebornya. Namun karena tidak ada air di dalam tanah, maka satu-satunya cara di musim kemarau ini harus dropping air menggunakan tanki. Kepala desa yang daerahnya mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, maka secepatnya menginformasikan kepada pemerintah. Dengan demikian, BPBD segera mengirimkan bantuan air.

“Kalau di BPBD sudah ada desa-desa yang kering. Namun bisa saja luput dari pendataan jika tidak ada komunikasi dari kepala desanya atau tokoh masyarakat,” ungkap Syafii.

Rencana jangka panjang, imbuh politisi Partai Demokrat ini, sungai-sungai yang ada di desa yang kekeringan, akan dibuatkan pintu-pintu air. Hal ini agar air yang ada di sungai tidak sepenuhnya mengalir ke hilir dan bisa ditampung untuk kebutuhan warga di musim kemarau.

“Perlu dibangun embung air di sungai yang airnya besar pada saat musim penghujan,” kata Syafii.

Dalam mendistribusikan air bersih itu, Syafii memikul sendiri timba seng berisi air untuk dibagikan ke warga. Timba seng itu biasa digunakan petani untuk menyiram tembakau. Aksi Syafii ini menjadi bahan tertawaan warga.

“Sebelum saya jadi bupati, saya juga rajin menyiram tembakau karena saya anak petani juga,” ujarnya sambil tertawa.

(tfq/kmp)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *