Umat Islam Dibantai, Jokowi Diminta Cabut Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Terbit: 20 November 2016 | 23:33 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut hubungan diplomatik dengan Myanmar dan meminta duta besar Myanmar meninggalkan Indonesia. Alasannya, apa yang dilakukan pemerintah Myanmar tidak mencerminkan negara beradab dan bertentangan dengan prinsip dasar Indonesia, yakni Pancasila. “Saya mendesak Presiden mencabut hubungan diplomatik dengan Myanmar,” kata Danhil, Sabtu (19/11).

Menurutnya, tragedi kemanusian yang tak beradab terus berulang di Myanmar terkait dengan etnis Muslim, Rohingya. Danhil mengatakan, sampai kini Myanmar yang mengaku telah mengusung demokrasi dengan tokoh peraih Nobel perdamaian, Aung San Syu Kyi sebagai ikon, pada faktanya, telah menjadi negara yang niradab. Pemerintah Myanmar melakukan pembiaran dan bahkan diduga dengan sengaja melakukan pembantaian terhadap etnis Rohingya.

Danhil, yang juga menjabat Presiden Religion for Peace Asia and Pacific Interfaith Youth Network (RfP-APYIN) ini menambahkan, Indonesia adalah negara yang mengusuang kemanusian yang adil dan beradab. Indonesia yang mengedepankan hak asasi manusia perlu bersikap terang dan tegas terhadap Pemerintah Myanmar. Menurut dia, pengusiran duta besar Myanmar dari Indonesia penting dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada dunia bagaimana sikap tegas negara ini. [ROL]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kasus Air Keras KontraS: Polri Kantongi Rekaman CCTV dan Periksa Dua Saksi Kunci!

Terbit: 14 Maret 2026 | 09:38 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mengonfirmasi perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis…

Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Jejak ‘OTK’ di Salemba Mulai Terkuak!

Terbit: 13 Maret 2026 | 22:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menyatakan telah memulai penyelidikan menyeluruh atas kasus penyiraman cairan berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *