Dua Anggota DPRD Sumenep Berkelahi di Gedung Dewan

Terbit: 1 Desember 2015 | 09:02 WIB

MADURA EXPOSE—Anggota DPRD Sumenep, Iwan Budianto, dipukul oleh sesama anggota legislatif, Ahmad Fadjar Hari Ponto.

Perkelahian sesama kader Golkar ini terjadi di Kantor DPRD Sumenep, Senin (30/11/2015) siang.
Syaiful Bahri, saksi peristiwa ini, mengatakan, Ponto semula berada di ruangan Fraksi PAN dan berbincang-bincang dengan anggota Dewan dari partai itu.

Setelah selesai berbincang, Ponto keluar dari ruangan Fraksi PAN dan berpapasan dengan Iwan.

“Tiba-tiba, pukulan melayang ke wajah Iwan dan mengenai mulut hingga bibirnya pecah dan darah segar mengucur,” kata Syaiful Bahri.

Peristiwa ini tentu membuat suasana gedung Dewan geger. Iwan segera dibawa ke Rumah Sakit dr H Moh Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis.

Di rumah sakit, Iwan harus mendapat jahitan karena pukulan Ponto membuat bibir bawahnya luka sepanjang 10 sentimeter.

“Luka robek di bibir kanan bawah dan untuk menstop keluarnya darah, ya harus dijahit,” ujar salah seorang perawat rumah sakit.

Belum diketahui penyebab pasti peristiwa ini. Kendati demikian, diduga, pemukulan ini adalah imbas dari surat ke Ketua DPRD Sumenep yang menyebutkan bahwa Ahmad Fajar Hari Ponto dikeluarkan dari Fraksi Golkar.

Iwan dan Ponto berada di dua kubu Golkar yang berbeda. Iwan masuk kubu Aburizal Bakrie dan menjabat sebagai Ketua DPD Golkar, sementara Ponto dari kubu Agung Laksono.

“Hanya saja, dalam surat yang disampaikan ke ketua itu tidak ada tanda tangan sekretaris Fraksi Golkar yang dijabat Ponto sehingga kemudian dari situlah memunculkan ketegangan antara kedua belah pihak,” ujar sumber di DPRD Sumenep yang minta namanya tidak disebut.

Iwan yang ditemui Surya.co.id di rumah sakit mengaku terkejut dengan sikap kasar Ponto dan tak sempat mengelak karena pukulan itu begitu cepat mendarat di wajahnya.

“Dia memanggil saya dan mengatakan, ‘Saya kan sudah di-PAW, kok di fraksi diberhentikan juga.’ Bersamaan dengan itu, tangannya sudah memukul saya,” kata Iwan terbata-bata karena bibirnya dijahit.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin mengaku Iwan Budianto belum melaporkan pemukulan itu ke polisi.

Editor : Ervan Hardoko
Sumber : Surya Online

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *