18 DPC Lakukan Aksi di DPW NasDem Jatim, Apa Tanggapan Ketua NasDem Surabaya?

0
116

Sumenep (Maduraexpose.com)– – Sekitar 30-an orang pengurus dari 18 DPC Partai NasDem di Kota Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPW Partai NasDem Jatim, Jalan Arjuno Surabaya, Rabu (24//2/2021). Sebelumnya, mereka mendatangi kantor DPD Partai Kota Surabaya. Mereka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Robert Simangunsong.

Miftakhul Ulum, Juru Bicara 18 Ketua DPC NasDem Surabaya ini mengungkapkan, bahwa pihaknya menuntut transparansi dana bantuan politik (banpol) yang diterima oleh DPD NasDem Surabaya dari Bakesbangpol. Pasalnya, selama ini DPC NasDem tidak pernah menerima manfaat dana banpol yang per tahunnya mencapai Rp 800 juta, baik secara langsung maupun tak langsung.

“Kerja-kerja politik teman-teman di DPC menghasilkan sekitar 83.000 suara yang dikonversikan menjadi tiga kursi di DPRD Kota Surabaya. Suara itu juga menghasilkan dana Banpol sebesar Rp 800 juta sampai Rp 808 juta per tahun yang seharusnya digunakan untuk operasional struktur partai di bawah,” kata Ulum kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Ulum yang merupakan Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Tambaksari ini mengatakan, teman-teman pengurus DPC sudah berusaha berkomunikasi dengan Ketua DPD, baik melalui rapat internal yang dilaksanakan secara zoom atau pun bertemu secara langsung.

Ulum melanjutkan, kesepakatan pertemuan di kantor DPD NasDem Surabaya pun nihil. Pasalnya, sampai waktu yang ditentukan, baik ketua, sekretaris maupun bendahara NasDem Surabaya tak kunjung datang.

“Kami sepakat bertemu di kantor DPD NasDem pukul 11.30 WIB, tapi sampai pukul 12.00 WIB tak ada satu pun pengurus DPD Surabaya yang hadir. Jelas kami kecewa, komunikasi sudah buntu karena teman-teman pengurus DPC dikeluarkan dari grup WA internal,” imbuh kader GP Ansor Surabaya ini.

HotNews:  Bupati Sumenep Ingatkan Dana Rp 12 Miliar Digunakan Tepat Sasaran

Karena gagal berkomunikasi dengan pihak DPD, para ketua DPC tersebut memutuskan mengadu ke DPW NasDem Jatim yang kebetulan letaknya tak jauh dari kantor DPD. Namun, di DPW tak ada satu pun pengurus yang ditemui.

Menurut Ulum, mereka berharap DPW melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihaknya hanya berharap ada transparansi terkait penggunaan dana banpol. Karena selama ini tak ada kegiatan DPD yang bisa dibilang ‘wah’ alias sepi-sepi saja.

“Kita yang datang hari ini ada 18 DPC lengkap Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Sementara 13 DPC lainnya juga mendukung gerakan ini. Insya Allah mereka akan bergabung dalam aksi selanjutnya,” ujar alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai NasDem Kota Surabaya, Robert Simangunsong membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh 18 DPC. “Tidak benar semua itu. Dana Banpol yang diterima NasDem Surabaya itu Rp 517 juta, bukan Rp 800 juta seperti kata mereka. Dana itu jelas dipakai untuk apa saja, seperti sewa kantor dan biaya operasional kegiatan partai. Kami laporan pertanggungjawabannya kepada Bakesbangpol Surabaya, bukan ke DPC-DPC. Tadi sudah diundang di kantor DPD pukul 14.00 siang, tapi mereka nggak datang. Padahal, dari DPW ada dua orang yang hadir mediasi. Yakni, Nico Ainul Yaqin Wakil Ketua DPW dan Noldi Wakil Bendahara DPW,” pungkas Robert. (tok/kun)

Sumber:beritajatim.com