Namun, pada tahap awal ini, penerimaan migas umumnya masih lebih kecil dari faktor pengurang. seperti: pengembalian biaya operasional mulai fase eksplorasi hingga produksi awal, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan (PBB) migas, dan pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD). Tetapi, pada perjalanannya dana bagi hasil yang diterima bisa mengalami penurunan/berkurang. Banyak faktor yang menyebabkan penerimaan dana bagi hasil menjadi berkurang dikarenakan penerimaan menurun, seperti: penurunan harga minyak bumi, penurunan lifting (produksi migas yang terjual) karena kendala operasi atau lapangan sudah tua, kenaikan faktor pengurang (PBB migas dan PPN yang meningkat), dan kelebihan penyaluran Dana Bagi Hasil pada triwulan sebelumnya sehingga penyaluran pada triwulan berikutnya dikurangi.

Alasan lain, kenaikan harga minyak bumi yang tidak selalu diikuti dengan kenaikan Dana Bagi Hasil yang diterima Pemerintah Daerah. Kenaikan harga minyak akan meningkatkan penerimaan kotor (gross revenue) pemerintah dari penjualan migas. Tetapi, penerimaan negara bersih (net revenue), yaitu penerimaan yang benar-benar menjadi hak negara adalah penerimaan kotor setelah dikurangi kewajiban-kewajiban kontraktual.1426451824491346598

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM