Bupati Sumenep: Kartu Tani Bantu Petani Peroleh Haknya Secara Tepat

Terbit: 8 Juni 2017 | 08:41 WIB

MADURAEXPOSE.COM—Baru-baru ini Kementerian Pertanian (Kementan) RI membeberkan beberapa program unggulan miliknya yang diprioritaskan bagi kalangan petani, salah satunya berupa kartu tani (KT).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumenep A.Busyro Karim mengklaim, bahwa pihak Pemkab setempat telah menuntaskan percetakan buku rekening dan KT sebanyak 96.908 paket.

Politisi yang karib dipanggi Buya tersebut juga mengaku sangat mendukung program yang diluncurkan oleh pihak Kementan. Pusat kegiatan dipusatkan di Desa Braji Kecamatan Gapura , Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kartu tani ini nantinya akan kami berikan kepada sleuruh petani di Indonesia. Khsusus Kabupaten Sumenep, penggunaan Kartu Tani sudah siap untuk digunakan untuk pembelian dan penebusan pupuk bersubsidi,” ungkap Bupati Sumenep, A.Busyro Karim.

Bupati Busyro juga membeberkan jumlah kelompok tani yang ada di daerahnya, yang saat ini telah menapai 3.908 kelompok tani (poktan). Sedang jumlah pendistribusian pupuk bersubsidi berjumlah 46 agen dan 165 kios resmi.
“Dan masih ada dua kios yang belum terproses, semuanya di kepulauan,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut mantan Keua DPRD Sumenep dua priode tersebut, dewasa ini, Pemkab Sumenep telah memiliki aplikasi terkoneksi dengan Dispenduk Capil, guna memudahkan pendaataan kelompok tani secara valid sesuai nomor induk kependudukan.

“Insya Allah melalui Kartu Tani, penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih mudah dan tepat harga, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tandasnya.
Bupati juga memaparkan luas areal pertanian jagung di Sumenep yang diakuiny paling luas di Jawa Timur, dengan luas area antara 117 hingga 341 hektar.

Sayangnya, lanjut Buysro, geliat produktivitasnya dinilai masih rendah. Salah satu faktornya, kata Bupati, karena sebagian besar petani lebih suks menggunakan benih local ketimbang jenis hibrida.

“Selain itu kami berharap Bapak Menteri Pertanian terus menggelontorkan bantuan berupa alsintan, infrastruktur maupun saprodi lainnya bagi petani kita di Sumenep,” imbuhnya menjelaskan panjang lebar.

“Kami juga melaporkan kepada Pak Menteri, bahwa pada bulan Oktober mendatang, petani di Sumenep akan melakukan penanaman jagung Hibrida seluas 50.000 hektar,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman di dampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Selasa, 6 Juni 2017. [Ima/gem/fit/***]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *