Persit KCK Cabang LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura Berbagi Kasih

Terbit: 23 Agustus 2020 | 00:07 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM–SINGKAWANG– Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura adakan Jumat Berkah dengan berbagi kasih, Jumat (21/8/2020).

Jumat Berkah Persit Kartika Chandra Kirana Cab LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura dipimpin langsung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura Ny. Dhina Rama Pratama Didampingi oleh wakil Ketua Ny. Yeni Gede Setiawan beserta pengurus.

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Dhina Rama Pratama beserta pengurus, berbagi sedekah sembako serta masker non medis kepada masyarakat di sekitar kel Bukit Batu Kecamatan Singkawang tengah, Kota Singkawang.

Ny. Dhina menjelaskan, Jumat Berkah yang dilaksanakan ini merupakan amanah Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Hetty Andika Perkasa. Dimana Kegiatan Jumat Berkah ini dilaksanakan secara rutin oleh Ibu Hetty Andika Perkasa bersama seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini sangat besar sekali manfaatnya, karena selain kita bersilaturahmi, juga untuk memberikan motivasi semangat kepada mereka masyarakat yang terdampak akibat mewabahnya pandemi Covid-19 ini”, ungkapnya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mengubah “Sampah” AMP Menjadi Berlian: Cara Bersihkan Error GSC Tanpa Upeti Premium

    Terbit: 9 Maret 2026 | 09:35 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Banyak pengelola media digital terjebak dalam kepanikan saat melihat laporan Google Search Console (GSC) yang dipenuhi peringatan merah. Salah satu…

    Jebakan “Streaming” Ilegal: Niat Nonton Gratisan, Saldo ATM Malah Jadi Santapan

    “Eskalasi ancaman siber melalui platform distribusi konten ilegal mencerminkan rendahnya tingkat ‘cyber hygiene’ di tengah masyarakat digital. Secara administratif, pengawasan terhadap situs-situs berbahaya ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral antara otoritas keamanan siber (BSSN) dan penyedia layanan internet. Pemanfaatan rekayasa sosial (social engineering) oleh pelaku kejahatan siber menuntut penguatan literasi digital yang substansial, guna memproteksi integritas data pribadi serta stabilitas sistem keuangan individu dari infiltrasi perangkat lunak berbahaya yang tersembunyi dalam konten bajakan.”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *