ZA diprediksi Bakal Gulingkan Busyro digelanggang Pilkada

0
680

SUMENEP, MADURAEXPOSE.com-Pemilihan kepala daerah di 2015, membuat suhu politik Sumenep mulai memanas. Sejumlah partai, meski belum memastikan arah dukungan tetap merapatkan barisan. Sosok yang bakal didukung, jadi menu bahasan utama.

Di saat sebagian partai masih menyimpan nama, Partai Demokrat selangkah lebih maju.Calon yang akan diusung dalam Pemilukada 2015 telah digenggam.Sosok ini diyakini akan menjadi pesaing kuat petahana, yakni Bupati A Busyro Karim.

“Ketentuan siapa yang akan didukung sudah diputuskan di tingkat DPD Jatim. Dan rekomendasi DPD yang akan diberangkatkan dalam pemilukada adalah Zainal Abidin (ZA),” kata Sekretaris DPC Demokrat Sumenep Ahmad Zahrir Ridho, Kamis (12/3). Ahmad Zahrir Ridho menjelaskan, penetapan bacabup yang akan diusung Partai Demokrat bukan kewenangan DPC, tapi merupakan kewenangan DPD Jawa Timur.

Sebab, imbuhnya, momentum pemilukada kali ini berbeda dengan sebelumnya. “Siapa yang akan diberangkatkan merupakan kebijakan dan keputusan dari DPD,” papar Ahmad. Kebijakan tersebut diambil oleh DPD karena partai berlambang bintang merkuri itu menargetkan 18 kabupaten / kota dipegang oleh kader partai. Karenanya, penggarapannya langsung diambil olehpenggurus DPD.

Tidak hanya penetapan bacabup, tapi juga soal akan berkoalisi dengan partai apa saja, juga menjadi kewenangan DPD. Dan DPD sudah membentuk ‘tim tujuh’ dalam menjajaki langkah koalisi itu. Tim tersebut beranggota dari pengurus DPC, DPD, dan DPP. Terkait dukungan terhadap ZA, pria yang akrab disapa Ilir ini mengaku sudah menyiapkan langkah strategis.

Ia menyatakan jika popularitas ZA tak kalah dan bisa bersaing kuat dengan petahana Bupati A Busyro Karim. “Popularitasnya bisa diadu dengan petahana. Sejauh ini banner ZA sudah terpampang di seluruh kecamatan. Sementara soal rekomendasi sudah turun, Cuma belum kita ambil,” urai Ilir.

Ilir mengakui jika Demokrat saat ini mulai fokus menentukan pendamping ZA. Menurutnya sudah ada lima nama yang kini digodok oleh DPD yakni; Unais Ali Hisyam, Ilyasi, Dewi Kholifa, Wafi qoh Jamilah, sementara nama terakhir tidak disebutkan oleh Iir, entah karena alasan apa. Dan siapa yang mendampingi ZA dalam laga pemilukada nanti dimungkinkan akan diketahui pada akhir Maret. Termasuk akan berkoalisi dengan partai apa, sudah bisa dilihat akhir bulan ini juga. “Tidak akan lama akan diketahui siapa bakal calon wakilnya,” ucap IIir.

Penjajakan Koalisi Sementara penjajakan koalisi, diakuinya dilakukan dengan semua partai. “Minus partai calon petahana. Karena petahana bisa dipastikan tidak akan menginginkan posisi sebagai wakil. Sama dengan kami,” kata Iir. Komunikasi politik itu pun tidak dilakukan di tingkat DPC, tapi di tingkat DPD Jawa Timur. Ketika disinggung apakah duet ideal ZA adalah bersanding dengan Unai Ali Hisyam, IIir justu blak-blakkan mengakui bahwa duet itu merupakan pasangan sempurna.

“Saya berharap bisa. Tapi lagi-lagi, keputusannya ada di DPD. Dan dalam menentukan siapa wakilnya, DPD pastiakan melakukan survei darat sekaligus survei langit,” pungkasnya dengan nada canda.

Sementara itu dari rilis yang diperoleh, Kepala Biro Administrasi PemerintahanUmum Setda Provinsi Jawa Timur, Suprianto mengatakan akan memonitor dan evaluasi pemilukada. “Kita mengecek bagaimana persiapannya, apa sudah benar-benar siap atau ada kendala. Itu akan menjadi bagian monitoring yang akan kita lakukan,” kata Suprianto, Kamis (12/3).

Terkait anggaran, dia memastikan Pemprov Jawa Timur tidak akan mengucurkan dana sepeser pun untuk 19 kabupaten/kota. Menurutnya, tugas Pemprov Jawa Timur hanya mengawasi, evaluasi, dan memfasilitasi pelaksanaan pilkada.

“Jadi, kita tidak boleh memberikan anggaran ke kabupaten/ kota untuk pilkada, karena itu sudah ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/ kota setempat. Tugas Pemprov hanya memfasilitasi saja,” imbuh dia. Sebanyak 19 daerah yang akan menggelar pemilukada serentak tahun ini.

Yakni Kabupaten Ngawi yang akanberakhir masa jabatan pada 27 Juli 2015, Kota Blitar (3 Agustus 2015), Kabupaten Lamongan (9 Agustus 2015), Kabupaten Jember (11 Agustus 2015), Kabupaten Ponorogo (12 Agustus 2015) dan Kabupaten Kediri (19 Agustus 2015).

Berikutnya, Kabupaten Situbondo (6 September 2015), Kabupaten Gresik (27 September 2015), Kota Surabaya (28 September 2015), Kabupaten Trenggalek (4 Oktober 2015), Kota Pasuruan (18-Oktober 2015), Kabupaten Mojokerto (18 Oktober 2015), Kabupaten Sumenep (19 Oktober 2015),Kabupaten Banyuwangi (21 Oktober 2015), Kabupaten Malang (26 Oktober 2015), dan Kabupaten Sidoarjo (1 November 2015).

Kemudian tiga kabupaten yang seharusnya digelar 2016, namun sesuai perundang-undangan dimajukan pada Desember 2015 yakni Kabupaten Tuban, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan.

(mat/h4d/kok)