Pamekasan (Maduraexpose.com)- Liga Santri Nusantara ( LSN ) kali ini antara tim kesebelasan Nazhatut Thullab Sampang VS Miftahul Ulum Sumur tengah Palengaan, yang berakhir dengan Scor 3 – 0 untuk kemenangan Miftahul Ulum Pamekasan Madura. Sabtu (26/08/17)

Pada menit-menit terakhir,terlihat adanya dugaan kecurangan dan ketidak profesionalan wasit dalam pertandingan tersebut, Pasalnya kurang lebih 3 kali pemain Miftahul Ulum diduga melakukan pelanggaran namun tidak mendapatkan kartu atau tindakan dari wasit, Sehingga akhirnya pada kejadian yang terakhir tim kesebelasan Nazhatut Thullab harus keluar lapangan dan tidak meneruskan pertandingan dikarenakan salah satu pemainnya cidera bahkan di injak oleh tim lawan, Namun tidak ada tindakan tegas dari wasit.

Selanjutnya pihak kesebelasan Nahzatut Thullab mengajukan protes ke Panitia dikarenakan ada kejanggalan yang terjadi, Setelah terbukti ada pemain di injak dan tidak mendapatkan tindakan dari wasit, dan pihaknya mengatakan wasit pada pertandingan tersebut miring, sesuai dengan lisesnsi yang dikatakan PSSI Profinsi kalau yang bertanding Pamekasan dan Sampang otomatis untuk menjaga kenitralan wasit harus dari sumenep atau bangkalan.

” Pengajuan protes saya dikarenakan pemain saya di injak sehingga dicidera, dan tidak ada tindakan dari wasit, berarti kalau seperti itu wasitnya miring,makanya saya protes dan itu berkali-kali”. Tegas Syamsul Arifin Manager Tim Kesebelasan Nazhatut Thullab Sampang Madura.

“dan di injak di samping tidak ada tindakan dari wasit, juga tidak ada tindakan tim kesehatan untuk mengangkat ke luar lapangan, yang lebih parah lagi pemain di rumah sakit tidak ada satupun panitia yang ke rumah sakit mana tanggung jawab panitia”.Lanjutnya

Selain itu ditegaskan oleh Slamet ariadi, bahwa terbentuknya tim tersebut melalui biro 1 Pondok Pesantren,dan Tim kesebelasan tersebut di SK kan oleh Pesantren, sedangkan indikasinya ada pembiaran yang dilakukan oleh wasit terhadap pemain Nazhatut tullab, dan pembiaran tersebut sesuai dengan penglihatan Slamet ariadi ada 3 kejadian yang dibiarkan oleh wasit.

“Lebih tepatnya, nanti saya klarifikasi kembali dan ini diinjak dan tidak dikartu dan dibiarkan tergelatak, dan yang mengangkat dari lapangan sendiri saya pak, dan seharusnya dari pihak wasit harus profesional”. Tegasnya

” serta seumpama nanti protes saya tidak di indahkan otomatis saya tetap kawal untuk melanjutkan ketingkat provinsi dan pusat,karna ini bukan untuk mengejar menang atau kalah tapi ini bentuk jati diri dan harga diri Nazhatut thullab”. Imbuhnya

Selain itu Moh. Farid selaku PSSI jawa timur dibidang pertandingan mengatakan bahwa LSN tidak ada koordinasi dengan Jawa Timur, jadi tidak mempunyai wewenang untuk memberi masukan terhadap kejadian ini, dan kalau melibatkan antar kota di jawa timur seharusnya yang berhak menugaskan wasit adalah PSSI Jawa Timur, dan pihaknya memungkinkan dari pihak panitia menilai minimnya pendanaan, karna untuk pembayaran wasitnya beda.

” Saran saja wasit harus netral, tapi kalau sudah melibatkan antar kabupaten, Seharusnya melalui Asprov PSSI jatim, Tapi saya sendiri saya sangat mendukung dengan LSN ini, siapa tau ada bibit-bibit pemain yang memiliki skil untuk menjadi pemain timnas”. Tutup Moh. Farid selaku Asco PSSI Jawa timur bidang Kompetisi.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

( Luthfiadi)