MADURAEXPOSE.COM–Warga Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa pulau Kangean kabupaten Sumenep, Jawa Timur memiliki tradisi unik yang sulit ditemukan di temukan di daerah lainnya. Apakah tradisi unik tersebut, yaitu kerapan kerbau sampai saat ini masih di lestarikan oleh masyarakat Kolo-Kolo.

Warga Pulau Kangean Suryadi, menjelaskan kegiatan kerapan kerbau sering kali mengundang perhatian warga setempat, meskipun kondisinya hujan tidak menyurutkan semangat warga untuk datang dalam menyaksikan kegiatan untuk datang berbondong-bondong menyaksikan pagelaran kerapan kerbau tersebut.

Hingga saat ini tradisi ini masih dilestarikan, dan tetap di laksanakan setiap tahun, sebagai rasa syukur karena telah produksi pertanian khususnya tanaman padi digelar di setiap musim bercocok tanam,”terangnya.

Semantara itu Muhammad Ilham, pemilik kerbau menambahkan, meskipun ciri khas budaya masyarakat madura pada umumnya identik dengan pagelaran kerapan sapi, namun masyarakat kabupaten sumenep, juga memiliki tradisi unik selain tradisi kerapan sapi yaitu tradisi kerapan kerbau di pulau kangean.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“tradisi kerapan kerbau ini merupakan tradisi turun temurun yang di lakukan oleh mayarakat di pulau tersebut,”terangnya.

Dikatakna oleh Muhammad Ilham cara yang dilakukan pun berbeda, dengan kerapan sapi, kerapan kerbau yang dilakukan dilakukan di sawah yang diolah untuk lahan pertanian dengan penuh air dan lumpur.

Ia menjelaskan sawah yang dijadikan tempat kerapan kerbau ini memiliki panjang sekitar 300 meter, dan puluhan pasang kerbau milik para petani diadu kecepatannya dengan ditunggani seorang joki layaknya kerapan sapi bahkan di iringi dengan musik saronin tradisi khas masyarakat di pulau tersebut.

Selain itu mejadi juga menjadi ajang lomba untuk menghibur, yang paling dan paling utama dari kerapan kerbau di jadikan sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan, pada saat masa akhir panen maupun awal panen mengingat di pulau kangean ini.

“Mayoritas lahan pertanian tanaman padi sedangkan kerbau yang dinyatakan menang dalam lomba ini, yaitu kerbau yang larinya paling cepat dan pertama kali sampai di finis selain mendapat hadiah kerbau yang larinya cepat otomatis harganya semakin mahal,”tutupnya.

(sym/SR/tim)