ist/net

MADURA EXPOSE—Wahdah Islamiyah dalam konferensi persnya menuntut stasiun televisi Metro TV untuk meralat pemberitaan fitnah dalam waktu 2×24 jam setelah pernyataan tersebut diterima Metro TV.

Pemberitaan yang dimaksud adalah pada tayangan News Story Insight (NSI) Metro TV beberapa waktu lalu. Pada tayangan tersebut Wahdah Islamiyah disebut Metro TV ada keterkaitan dengan jaringan teroris di Indonesia.

“Karena itu, kami menuntut pihak metro TV meralat pemberitaan tersebut dalam waktu 2 x 24 jam setelah pernyataan kami ini diterima oleh pihak Metro TV,” demikian isi rilis Wahdah Islamiyah yang dibacakan Ikhwan Abdul Jalil, Wakil Ketua DPP Wahdah Islamiyah di Restoram Pulau Dua Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).

Ralat yang dimaksud adalah dengan jalan memberikan kesempatan kepada Wahdah Islamiyah untuk meluruskan info yang tidak benar ini dalam siaran live Metro TV.

Selain itu, Wahdah Islamiyah meminta agar Metro TV menyampaikan permintaan maafnya kepada Ustadz Zaitun Rasmin selama tiga hari berturut turut di media massa Nasional.

Wahdah Islamiyah juga segera melayangkan somasi kepada Metro TV setelah acara konfrensi pers.*

[Sendia/Syaf/voa-i]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM
HotNews:  Mengejar Makna Santri Sejati