MADURA EXPOSE–Dalam kunjungan dakwahnya ke kota Bengkulu, Senin, 7 Mei 2018, da’i asal Nuu Waar (Papua) Ustaz Fadzlan Rabbany Garamatan menyambangi Lapas Kelas 2A Bentiring, Bengkulu. Ia memberi tausiyah dalam Takbigh Akbar Tarhib Ramadhan 1439 H.

Ulama yang pernah tiga kali ditahan di Polda Jayapura selama berdakwah di Papua ini, masuk ke Penjara Bentiring untuk tausiyah sekaligus memberi motivasi kepada penghuni Lapas menjelang Bulan Susi Ramadhan 1439 H.

Dalam Lapas berkapasitas 700an narapaidana ini, Ust. Fadzlan mengingatkan tentang pentingnya sebuah proses bertaubat. Agar segala kesalahan kita semua di masa lalu menjadi pelajaran berharga, untuk menatap masa depan yang lebih baik.

“Jadikan kesempatan yang Allah berikan selama berada di Lapas Bentiring, Bengkulu ini, sebagai sebuah perjalanan hidup untuk lebih mendekat kepada Allah,” ujarnya.

Para penghuni Lapas, menurut Ust. Fadzlan Garamatan, adalah termasuk orang-orang yang beruntung. Karena Allah telah memberi tempat bagi pada penghuni Lapas sebuah energi untuk mengevaluasi diri, agar menjadi manusia yang berkualitas di kemudian hari.

Ditambah lagi, bisa memasuki bulan Ramadhan di dalam lembaga pemasyarakatan. “Artinya, ada dua puasa yang sedang di jalani. Yakni selain berpuasa dari godaan hawa nafsu dlam diri, juga berpuasa dalam menahan diri dari godaan kepentingan dunia yang ada di luar penjara,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Bentiring H. Nuridin mengatakan bahwa ia sudah lama mengenal nama Ust. Fadzlan Garamatan, lantaran pernah bertugas selama18 tahun di Papua. Dan ketiga anaknya, semua lahir di Biak, Papua Barat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

[fq/agussoelarto/voi)