Scroll untuk baca artikel
RANAH PESANTREN

Ust. Abdul Somad Mimpi Buruk Bagi Para Pemecah-Belah

Avatar photo
155
×

Ust. Abdul Somad Mimpi Buruk Bagi Para Pemecah-Belah

Sebarkan artikel ini

MADURAEXPOSE.COM– Untuk kesekian kalinya kembali terjadi persekusi dan penolakan kepada salah satu Ustaz yang akhir-akhir ini menjadi sosok yang fenomenal di negeri ini, siapa lagi kalau bukan Ustaz Abdul Somad. Belum lama ini beliau ditolak di Bali dengan tuduhan sepihak yang sangat tendensius dan belum dibuktikan kebenarannya.

Kini kembali beliau ditolak di Hongkong bahkan sampai dipulangkan dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana tidak, setelah rombongan Ustadz Abdul Somad keluar dari pintu pesawat, beberapa orang yang tidak berseragam langsung menghadang rombongan Ustaz Abdul Somad dan menarik mereka secara terpisah.

Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pedidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Kemudian, lebih kurang 30 menit berlalu, mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima rombongan Ustaz Abdul Somad tanpa alasan yang jelas.

Ada apa sebenarnya dengan sosok Ustaz Abdul Somad? Mengapa beliau ditolak, dipersekusi hingga bila perlu dimatikan karakternya? Apakah karena ceramah ustaz ini sangat merusak bangunan kerusakan yang dikerjakan dan didanai sejak lama sehingga ia dipersekusi? Atau karena ceramah ustaz ini selalu menebarkan virus persatuan ditengah agen-agen islamofobia bekerja keras memecah belah dan mengkotak-kotakan umat Islam?

Memang benar dalam tulisan yang berjudul Daya Rusak Ustaz Abdul Somad karya Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa daya dobrak Ustaz Abdul Somad sangat mengganggu para setan pemikiran menjadi gemetar, racun-racun informasi yang mereka hidup dan makan darinya tiba-tiba luruh. Umat yang dahulunya pengecut, takut–takut dan rendah diri, ini berani berdiri tampil kehadapan. Pikiran umat terbuka, bahwa selama ini pihak luar bertepuk tangan atas sikap umat ini yang sudah dipelajari yakni suka terpecah. Tapi Ustaz ini muncul, kekuatan yang terserak itu berhimpun.

------------------------