Pamekasan (MaduraExpose.com)- Ribuan santri Madura yang tergabung dalam Ikatan Santri Pelajar Aswaja (ISPA) Pamekasan, dengan tegas menolak rencana tokoh Wahabi yang di jadwal untuk mengisi ceramah keagamaan atau pengajian di salah satu masjid terkenal di kawasan Kota tersebut, Sabtu (30/8/2014).

Tokoh Wahabi itu di tolak mentah-mentah kaum santri karena ditengarai memiliki paham yang bertentangan dengan ajaran Ahlu Sunnah Waljamaah (ASWAJA) seperti mengharamkan Tahlilan bagi orang yang meninggal dunia. Shalawat Barzanji dan melarang umat Islam melakukan ziarah kubur.

“”Gerbang Salam (Pamekasan, Red) Anti Wahabi”
“No Rasi, No Anarkhis, No ISIS:Ikatan Setan Iblis Salafi Wahabi”, demikian bunyi spanduk yang dibentangkan ribuan santri anti Syiah.

Sementara Kiyai Afif Arrahman, Pengasuh Pondok Pesantren Sekar Anyar, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, yang bertindak sebagai korlap aksi ribuan santri itu mengatakan, agar aksi penolakan terhadap tokoh wahabi yang meresahkan umat Islam di Madura itu, juga di ikuti oleh elemen masyarakat lainnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Mari kita selamatkan Pamekasan dari aliran sesat itu,” ajak Kiyai Afif dengan suara lantang. (Jak/Add/Fer)